Pojokkiri.com

Kanim Tanjung Perak di CBD Wiyung Tak Layak: Panas, Sumpek, dan Petugas Tidak Ramah

Surabaya, Pojok Kiri
Warga yang akan mengurus paspor di kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 Tanjung Perak yang biasanya berada di Tandes, kecele. Pasalnya, sejak sekitar satu bulan lalu, kantor Imigrasi pindah ke CBD di Jajar Tunggal, Wiyung.

“Kantor di Tandes sedang renovasi,” ujar seorang petugas kepada Pojok Kiri.

Rencananya, renovasi akan selesai pada akhir tahun ini. Setelah selesai direnovasi, Kanim di Tandes bisa melayani masyarakat tapi kanim di Wiyung juga tetap dibuka sehingga merupakan kantor baru.

Beberapa warga agak heran dengan kepindahan itu.

“Iya, namanya Kanim Tanjung Perak, kok sampai berada di Wiyung? Jauh ya? Kepindahan dari Tandes ke sini juga kurang sosialisasi ke masyarakat. Mungkin merasa dibutuhkan ya biar masyarakat cari alamat sendiri,” ujar seorang warga yang sempat kecele ke Tandes.

Kanim di Wiyung merupakan kantor permanen atau layanan tambahan untuk masyarakat di Surabaya bagian selatan. Berdasarkan pengamatan Pojok Kiri, Kanim di Wiyung kurang layak. Selain ukurannya sempit sehingga masyarakat harus uyel-uyelan di dalam ruangan, juga suasananya panas karena tidak adanya pohon atau tempat teduh di luar gedung. Di tembok juga terlihat tempelan kertas yang bunyinya: “Awas Tegangan Tinggi”, ”Dilarang Buang Sampah Sembarangan”. Beberapa petugas yang ditanya terkesan tidak ramah.

Jalan menuju Kanim Imigrasi juga tidak bisa melewati Jalan Raya Wiyung langsung belok kiri ke lokasi di CBD Wiyung. Petugas proyek tidak mau membuka portal jalan menuju Kanim Imigrasi yang sebenarnya tinggal beberapa puluh meter.

“Bapak harus keluar dulu, putar balik, lalu belok ke gang sebelah terus ke Imigrasi,” ujar Satpam proyek kepada wartawan Pojok Kiri. Lalu, Pojok Kiri keluar lokasi menuju jalan raya untuk putar balik sebelum masuk jalan tembus menuju Imigrasi.

Wartawan Pojok Kiri awalnya ingin menanyakan bagaimana kalau pendaftaran via online tidak bisa? Waktu input data tidak bisa masuk. Namun sejumlah Satpam minta agar menunggu karena petugas sedang istirahat.

Pojok Kiri ingin mengonfirmasikan masalah tersebut, namun Satpam mengatakan kalau kepala kantor berada di Kantor Tandes.
“Jadi Bapak harus ke sana (Tandes),” katanya.

Tampaknya ini jawaban yang aneh dan tidak masuk akal: untuk apa kepala Kanim di Tandes, padahal kantor sedang direnovasi? Pastilah seorang kepala Kanim bukan pengawas proyek fisik yang merupakan lingkup Depkumham.(sukoto)

Berita Terkait

1.147 Siswa SMP Surabaya Ikuti Lomba Peneliti Belia

Geruduk DPRD Jatim, Ratusan Mahasiswa UINSA Demo Tolak RUU KPK

Tragis, Hanya Gara-gara Cekcok Suami Bakar Istri di Ketintang Surabaya