Pojokkiri.com

Berburu Sepatu Bekas Impor di Lamongan, Wajib Cermat dan Sesuaikan Kebutuhan

Gerai sepatu bekas merek luar negeri milik Sulaiman di Jalan Raya Lamongan-Babat persisnya di Desa Sidogembul Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. (Foto Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Cuan kerap mengalir dari hobi. Hal itu dibuktikan oleh pria asal Kabupaten Lamongan. Dia sukses berbisnis sepatu bermerek kondisi seken atau bekas pakai dari kesenangannya mengoleksi sepatu olahraga.

Dia adalah Sulaiman, mantan anggota DPRD Lamongan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2009 – 2014.

Karenanya, dia hobi mengoleksi sepatu olahraga bermerek. Kini, Solaiman menjalani bisnis sepatu bekas pakai itu di rumahnya di Desa Sidogembul Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.

Lima rak sepatu terlihat saat Pojok Kiri mengunjungi rumah Sulaiman. Sekilas, terlihat sepatu-sepatu merek Nike, Adidas, Puma, dan New Balance di rak tersebut. Meski kondisinya bekas pakai, sepatu-sepatu itu terlihat sangat terawat. Harga jualnya pun bervariasi.

“Seperti Nike itu mulai Rp 500 ribu, Adidas Rp 600 ribu, New Balance Rp.400 ribu. Kalau harga barunya sekitar jutaan rupiah. Bahhkan untuk tipe tertentu sampai puluhan jjuta,” tutur pria berusia 50 tahun ini, Rabu (8/12/2022).

Bisnis Sulaiman mulai bulan Juni tahun 2022 lalu. Dia memutuskan berbisnis untuk mencari celah usaha. Lantas, dirinya melihat tren barang bekas atau thrift yang marak di kota besar. Dia pun mencoba peruntungan yang sama. Bermodalkan beberapa sepatu koleksinya, dia mencoba menjualnya di toko online. Bisnis itu pun mendapat respons positif dari pelanggannya.

“Dulu saya memang rutin beli sepatu sepasang hampir tiap bulan. Setelah terkumpul 100 pasang, saya tata di rak biar kelihatan menarik. Pas ngetren thrift itu saya coba jual secara online. Ternyata banyak yang suka dan membelinya. Ya sudah, saya teruskan sampai sekarang,” jelasnya.

Untuk megembangkan bisnisnya, Sulaiman mengumpulkan informasi untuk mendapat jejaring sepatu bermerek bekas pakai. Baik dari Indonesia, maupun luar negeri. Kini, Sulaiman memiliki 3 toko untuk berjualan sepatu bermerek bekas pakai.

Saat disinggung sepatu bermerek dia dapatkan dari mana, Sulaiman dengan ramah mengandalkan impor barang dari Thailand. Karena dari negara itulah ada peluang untuk mendapatkan sepatu second tetapi bermerek dengan kondisi bagus. Meski ada tawaran dari Malaysia, Sulaiman mengaku belum tertarik untuk mendapatkan barang dari negeri Jiran tersebut.

“Sebulan bisa 100 pasang sepatu terjual. Bisnis thrift saat ini cukup menjanjikan. Kami juga ada komunitas yang bisa saling menguatkan satu sama lainnya,” pungkasnya.(lut)