Pojokkiri.com

Jika Bandara Diberi Nama ” Didin” ? Ini Penjelasan Petinggi LBH Mitra Santri

Foto : Abd. Rahman Saleh

Situbondo,pojokkiri.com
Pemberian nama KH As’ad Samsul Arifin pada Bandara Meliter Situbondo, mendapatkan dukungan serta respon positif dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Santri.

Salah satunya dukungan itu datang dari Abd. Rahman Saleh Petinggi LBH Mitra Santri.

Menurutnya, nama Kiai As’ad di bandara baru ini merupakan ide cerdas Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Nama Bandara Kasa (Kiai As’ad), kata Abd. Rahman Saleh sangat cocok dan perlu diapresiasi bukan malah dipersoalkan.

Selain pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo, Kiai As’ad adalah pahlawan nasional.

” Siapa yang tidak bangga dengan Kiai As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Ponpes Salafiyah-Syafiiyah ke-2 sekaligus pejuang kemerdekaan yang bergelar pahlawan nasional. Mediator berdirinya oraganisasi IsIam terbesar yakni Nahdlatul Ulama’, ” ucapnya.

Selain itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak menarasikan dan mendorong opini publik seakan kalangan kiai dan pondok pesantren tidak mendukung penamaan Kiai As’ad di Bandara Meliter yang saat ini sudah mulai berjalan pembangunannya.

“Jangan bersikap hipokrit yang hanya akan meruntuhkan nama besar Kiai As’ad Samsul Arifin. Beliau pejuang kemerdekaan dan pejuang agama yang tidak diragukan lagi, ” jelasnya.

Tak hanya itu saja, ia menerangkan pemberian nama Kiai As’ad di Bandara oleh Bupati Rio sudah sesuai aturan yang tertuang di Peraturan Menteri Perhubungan nomor 39 tahun 2019.

“Ide cerdas bupati tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan, menyatakan bahwa nama bandara dapat nama tempat, tokoh, pahlawan atau istilah yang memenuhi ke khasan daerah. Kalau nama umpama “Didin”, ya itu yang melanggar aturan, ” ujarnya, Minggu, (30/11/2025).

Sementara itu, pria yang juga sebagai Dosen Universitas Ibrahimy Sukorejo ini, mengajak kepada masyarakat untuk ikut mendukung keberlangsungan pembangunan Bandara Kasa di Situbondo. (Inul)