Pojokkiri.com

Petinggi LBH Mitra Santri “Cubit” Pelaksana Proyek Bandara Kasa

Foto : Abd. Rahman Saleh

Situbondo,pojokkiri.com
Pimpinan Tinggi LBH Mitra Santri Abd. Rahman Saleh meminta kepada pelaksana pengerjaan pembangunan Bandara Kiai As’ad (Kasa) Situbondo menggunakan material tambang legal, Selasa (3/2/2026).

Pria asal Kecamatan Jangkar ini juga meminta para penambang dan kontraktor di Kota Santri dilibatkan dalam proyek pembangunan tersebut.

Penggunaan material tambang ilegal, menurutnya akan merusak nilai bandara itu sendiri yang membawa nama tokoh pejuang NU, pejuang kemerdekaan yakni KHR As’ad Syamsul Arifin.

” Kami ingatkan Bandara Kasa harus bersih dari tambang ilegal karena hal itu akan merusak nilai bandara yang dinamai Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin yang merupakan tokoh pejuang NU dan pejuang kemerdekaan, ” katanya.

Abd. Rahman Saleh, yang saat ini sebagai Tim Hukum Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengaku kerap mendengar keluhan masyarakat lantaran pembangunan bandara yang berada di wilayah Timur Situbondo ini.

” Kami juga menemukan adanya pasokan bahan tambang yang masuk ke bandara Kasa terindikasi banyak dari luar daerah, diduga ilegal. Tidak elok dan tidak etis memakai tambang dari luar daerah, minimal harus seimbang anatara penambang dari luar dan penambang dari Kabupaten Situbondo, ” tegasnya. Tak hanya itu, ia juga meminta agar aspek lingkungan dan lalu lintas pengiriman material tambang diperhatikan.

“Jangan ugal-ugalan mengangkut bahan tambang ke area pembangunan Kasa.
Aspek lingkungan dan lalu lintas pengiriman tambang harus juga diperhatikan, ” pintanya.

Sementara itu, bersama jajarannya di LBH Mitra Santri dia mengajak masyarakat Situbondo, untuk mendukung bandara tersebut.

Dukungan dengan urgensi pembangunan bandara yang legal dengan memerankan masyarakat termasuk di dalamnya para penambang yang ada di Kabupaten Situbondo, ikut berperan sehingga ada nilai kontribusi ke PAD di daerah. Kalau semua bahan baku bandara Kasa dipasok dari luar daerah tanpa melibatkan penambang Situbondo, menurutnya lagi PAD akan masuk ke daerah lain.

Sementara itu, pihak proyek pembangunan Bandara Kasa belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pembangunan bandara tersebut. (Inul)