Surabaya, Pojokkiri.com.-
Anggota DPRD Jatim Aufa Zhafiri mengatakan, pihaknya mendorong agar job fair market ditingkatkan di kota Malang.
Pasalnya, di kota Malang jumlah pengangguran usia produktif (17-50 tahun) masih menjadi tantangan signifikan, dengan pengangguran terdidik (lulusan SMK/perguruan tinggi) mencapai 7,3-7,5 persen.
Politisi Gerindra ini mengatakan, masih banyaknya pengangguran usia produktif di kota Malang hal ini disebabkan fenomena Gen-Z yang memilih-milih kerja, penolakan tawaran di luar kota, dan serta ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
“Pelaksanaan job fair menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi menurunkan angka pengangguran terbuka,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).
Aufa mengatakan, pihaknya berharap agar pemda setempat memfasilitasi pada pencari kerja terutama yang baru lulus memperluas akses informasi lowongan melalui situs karier dan media sosial agar pencari kerja lebih cepat menemukan peluang.
Tak hanya, lanjut Aufa, pemerintah perlu juga menarik investor dan memberi stimulus kepada pelaku usaha agar semakin membuka lapangan pekerjaan baru.
“Inilah yang harus dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi tingginya pengangguran di kota Malang,” jelasnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran usia produktif di Kota Malang mencapai sekitar 25 hingga 26 ribu orang hingga Desember 2025.(*)

