
Lamongan, Pojokkiri.com – Di tengah pesatnya perkembangan pendidikan Islam, Pesantren Darun Nuhat hadir sebagai institusi khusus yang memfokuskan diri pada penguatan literasi kitab turats atau ‘Kitab Kuning’. Terletak di Dusun Takerharjo, Kelurahan Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, pesantren ini menjadi oase bagi mereka yang ingin mendalami Ilmu Nahwu dan Shorof dari tingkat dasar hingga mahir.
Sejarah dan Visi Besar
Pesantren ini resmi didirikan pada Jumat, 23 Oktober 2015 oleh Ustadz Joko Nursiyo, Lc., M.H.I. Sejak awal berdiri, Darun Nuhat membawa visi besar untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya mahir dalam kaidah bahasa Arab, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, Sunnah, serta literatur klasik para ulama salaf.
Untuk mewujudkan hal tersebut, misi pesantren difokuskan pada pendidikan berjenjang yang mencakup penguasaan tafsir, hadis, fiqh, hingga akhlak melalui kacamata nilai-nilai Nahwu dan Shorof.
Inovasi Metode Manhaji
Salah satu daya tarik utama Pesantren Darun Nuhat adalah penerapan Metode Manhaji. Metode ini diklaim praktis, aplikatif, mudah, dan menyenangkan, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan—mulai dari anak-anak, akademisi, hingga masyarakat umum.
Berbeda dengan sistem konvensional, metode ini lebih mengedepankan praktik daripada teori semata. Keunggulannya meliputi:
Terjemah Nahwiyah: Kemampuan menerjemahkan Al-Qur’an dan Hadis berdasarkan kaidah gramatika.
Penguasaan Kitab Klasik: Santri dilatih untuk mahir membaca dan memahami kitab kuning.
Aplikasi Kontemporer: Tidak hanya kitab klasik, santri juga diajarkan memahami majalah, koran, dan berita berbahasa Arab modern.
Hasil Pengalaman Belasan Tahun
Metode Manhaji bukanlah sekadar inovasi instan, melainkan buah dari pengalaman mengajar selama kurang lebih 15 tahun. Rumusan ini merupakan perpaduan harmonis antara teori pesantren salaf (tradisional), sistem pesantren modern, serta hasil studi di Timur Tengah.
Dengan pendekatan unik ini, Pesantren Darun Nuhat terus berkomitmen menjadi pusat keunggulan bagi siapa saja yang ingin membuka jendela dunia Islam melalui bahasa Arab.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

