
Gresik, pojokkiri.com
Menjadi abdi negara tidak menghalangi kreativitas dan produktivitas seseorang dalam berwirausaha.
Hal inilah yang dibuktikan oleh Sertu Topan, anggota aktif Kodim 0817/Gresik. Di sela kesibukannya menjaga teritorial, ia berhasil membangun bisnis peternakan sapi dan kambing etawa yang kini berkembang pesat.
Bagi bapak dua anak ini, lelah adalah kawan akrab. Setiap hari, usai menunaikan kewajiban sebagai prajurit TNI, Sertu Topan langsung berganti peran menjadi peternak. Ia terjun langsung membersihkan kandang, memberi pakan, hingga memastikan kesehatan setiap hewan ternaknya.
“Saya lakukan setiap hari. Sedikitnya dua atau tiga kali saya keluar masuk kandang untuk memantau perkembangan hewan, memberi makan, hingga melakukan pengasapan agar hewan terhindar dari penyakit,” ujar Sertu Topan dengan semangat yang tetap membara meski peluh membasahi tubuhnya.
Meski baru ditekuni selama kurang lebih dua tahun, bisnis peternakan Sertu Topan menunjukkan progres yang luar biasa. Berawal dari modal yang cukup sederhana, kini jumlah koleksi hewannya telah berlipat ganda. Memulai perjalanan dengan hanya 5 ekor sapi dan 8 ekor kambing, kini dengan izin-Nya, kandang kami telah berkembang pesat menampung 20 ekor sapi serta 35 ekor kambing etawa yang berkualitas.”
Jenis Ternak Stok Awal Stok Saat Ini
Sapi 4 Ekor 15 Ekor
Kambing Etawa 8 Ekor 35 Ekor.
Memasuki musim kurban, peternakan Sertu Topan menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat yang mencari hewan berkualitas.
Fokus utamanya pada Kambing Etawa dan Sapi Unggulan terbukti membuahkan hasil manis secara ekonomi.
Harga yang ditawarkan pun mencerminkan kualitas perawatan yang ia berikan, Kambing Etawa, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta ke atas per ekor sedangkan Sapi (Bobot 400kg+) dibanderol antara Rp25 juta hingga Rp30 juta per ekor.
“Momentum Iduladha memang kami optimalkan untuk menambah stok, karena permintaan umat muslim untuk berkurban sangat tinggi,” tambahnya.
Keberhasilan Sertu Topan menjadi bukti nyata bahwa disiplin militer yang ia terapkan dalam keseharian sangat efektif jika diimplementasikan dalam dunia bisnis. Ia tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu menginspirasi masyarakat di sekitarnya. (Dyo)

