Pojokkiri.com

15 Tahun Mengabdi di Pinggir Jalan, Kisah Sutrisno Sedia Tambal Ban Otodidak Demi Bantu Pengendara

 

Motor oprasional Wartawan Pojok Kiri yang ditambal Sutrisno.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Berbekal niat tulus untuk membantu sesama, Sutrisno (50) setia menjalankan usaha tambal ban khusus roda dua di Jalan Kombes Pol M. Duryat No. 68 selama 15 tahun terakhir. Meski pendapatan dari menambal ban tidak menentu, kehadirannya menjadi penolong bagi para pengendara motor yang mengalami bocor ban di kawasan tersebut.

Saat ditemui di lokasinya pada Selasa (1/9/2026), Sutrisno menceritakan bahwa usaha tambal ban ini sebenarnya bukanlah mata pencaharian utamanya. Pekerjaan ini ia lakoni sebagai pengisi waktu di sela-sela kesibukannya mengelola toko kelontong miliknya.

“Tambal ban ini hanya sambilan. Utamanya saya buka toko. Niat awal usaha tambal ban ini sebenarnya untuk membantu masyarakat. Kasihan kalau ada yang motornya bocor di seputaran Jalan Kombes Pol M. Duryat, jadi kita bantu tambal,” ujar Sutrisno dengan ramah.

Setiap hari, Sutrisno membuka layanannya mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Dalam sehari, ia rata-rata mampu melayani 5 hingga 7 unit sepeda motor dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp15.000 saja per lubang. Ia mengakui bahwa jumlah pelanggan yang datang fluktuatif setiap harinya.

“Namanya rezeki, rame tidak mesti Mas. Kadang rame, kadang juga sepi,” imbuhnya.

Menariknya, keahlian menambal ban yang dimiliki Sutrisno tidak didapatkan dari kursus formal, melainkan secara otodidak. Ia belajar hanya dengan mengamati cara kerja tukang tambal ban lain saat dirinya mengalami kebocoran ban di masa lalu.

“Usaha tambal ban ini hasil otodidak. Dulu sering melihat tukang tambal ban bekerja saat ban motor saya bocor. Dari sana saya perhatikan, lalu saya aplikasikan sendiri dan berani buka praktik tambal ban,” kenang Sutrisno sambil tertawa terkekeh menyudahi wawancara bersama Pojok Kiri.

Kisah Sutrisno menjadi bukti nyata bahwa sebuah usaha tidak hanya melulu soal mencari keuntungan materi, tetapi juga tentang bagaimana memberikan kemanfaatan dan menjadi solusi bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan di waktu darurat.(lut)

Editor: Zainul Lutfi