
Surabaya, Pojok Kiri.Com,- Langit di kawasan kaki Gunung Bancak mendadak memerah dan mencekam. Si jago merah kembali mengamuk, melalap kawasan hutan rakyat yang berada di wilayah Dusun Rokan, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, senin (21/9/2026).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Atika Banowati. Dalam keterangannya, ia mengatakan tindakan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang kerap memicu terjadinya karhutla demi kepentingan sesaat, seperti pembukaan lahan secara sembrono.
“Kita tidak boleh tinggal diam dan menganggap remeh musibah kebakaran hutan ini. Kejadian di Gunung Bancak Magetan harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Alam kita sedang tidak baik-baik saja akibat cuaca ekstrem, jangan diperparah oleh ulah manusia yang ceroboh atau sengaja membakar lahan!” tegas politisi Golkar ini, selasa (22/9/2026).
Politisi perempuan tersebut juga mendesak agar aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah tidak hanya sekadar memadamkan api ketika musibah terjadi, melainkan memperketat investigasi mendalam guna mencari akar permasalahan.
Jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan, Atika meminta agar diberikan sanksi hukum yang tegas guna memberikan efek jera (deterrent effect).
“Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu jika terbukti ada unsur kesengajaan. Di sisi lain, edukasi masif kepada masyarakat tentang bahaya serta dampak jangka panjang karhutla harus digencarkan kembali. Jangan sampai kelangsungan ekosistem dan keselamatan warga Magetan dikorbankan,” terangnya.
Sekedar diketahui, kasus kebakaran di Gunung Bancak ini menjadi cerminan penting bagi seluruh wilayah di Jawa Timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan darurat bencana alam dan non-alam.
Sinergi antara TNI-AD (Kodam V/Brawijaya), pemerintah daerah, kepolisian, serta wakil rakyat di DPRD Jatim diharapkan mampu memperketat pos-pos pantau dan mitigasi dini, sehingga paru-paru hijau di Magetan tetap terjaga kelestariannya untuk anak cucu kelak.(Wan)

