KEDIRI, pojokkiri.com— Arah masa depan kepemudaan Kota Kediri mulai dipetakan. DPD KNPI Kota Kediri menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) atau Pra-Musda pada Minggu (27/9/2026) sebagai tahapan penting menuju Musyawarah Daerah (Musda) XIII.
Forum yang dihadiri jajaran pengurus DPD KNPI dan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kota Kediri itu bukan sekadar pertemuan organisasi. Di meja Rapimda, berbagai agenda yang akan menentukan jalannya Musda mulai dibedah.
Suasana forum berlangsung hangat dan dinamis. Perwakilan OKP bertukar gagasan mengenai kesiapan teknis sekaligus materi substansial yang akan dibawa ke Musda.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, menegaskan Rapimda merupakan tahapan yang tidak boleh dilewati begitu saja.
“Rapimda atau Pra-Musda ini wajib dilakukan untuk menyusun materi Musda, menetapkan peserta Musda, sekaligus mempererat silaturahmi antar-OKP,” ujar Ibad.
Tiga agenda tersebut menjadi fondasi pembahasan menuju Musda XIII. Namun Ibad meminta forum tidak berhenti pada urusan administratif.
Ia secara khusus mendorong komisi internal dan eksternal menggali lebih dalam isu strategis kepemudaan dan persoalan pembangunan daerah yang nantinya dapat dirumuskan menjadi rekomendasi organisasi.
“Komisi internal maupun eksternal harus mengulik isu-isu strategis dan rekomendasi secara lebih tajam, karena fungsi Rapimda adalah menyiapkan materi dan rancangan untuk Musda,” tegasnya.
Bagi KNPI Kota Kediri, pembahasan di Rapimda menjadi ruang awal untuk menyatukan gagasan lintas organisasi sebelum Musda digelar. Setiap rumusan yang lahir diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi menjadi pijakan arah gerak KNPI ke depan.
Ibad optimistis konsolidasi yang matang akan membuat Musda XIII berjalan lebih terarah. Kesepakatan antar-OKP juga diharapkan memperkuat soliditas pemuda dalam mengawal pembangunan Kota Kediri.
Rapimda telah membuka meja pembahasan. Berikutnya, Musda XIII menjadi panggung untuk menentukan ke mana organisasi pemuda Kota Kediri bergerak. (ade/wan)

