KEDIRI, pojokkiri.com— Keterbatasan ekonomi tak mampu mematahkan langkah F. Irfando Jovan Kantur. Anak seorang asisten rumah tangga (ART) di Kota Kediri itu menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, menyelesaikan kuliah tepat waktu, dan mengantongi tawaran kerja bahkan sebelum resmi diwisuda.
Pemuda berusia 23 tahun yang akrab disapa Ivan tersebut menjadi Wisudawan Terbaik Program Studi Akuntansi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-68, Selasa (27/10/2026). Prestasi itu menjadi buah perjuangan panjang yang tak lepas dari pengorbanan sang ibu, Veronica Endang (53), yang membesarkannya seorang diri sejak Ivan berusia tiga tahun.

Di tengah keterbatasan penghasilan sebagai pekerja rumah tangga, Veronica berjuang agar kedua anaknya tetap memperoleh pendidikan yang layak. Harapan itu perlahan terwujud ketika Ivan mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan tersebut meringankan biaya pendidikannya, sehingga penghasilan sang ibu dapat lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Prestasi ini saya persembahkan untuk ibu saya. Ini bukan tentang hasil akhir saja, melainkan awal bagi saya untuk terus belajar, menjadi lebih baik, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Ivan seusai prosesi wisuda.
Ivan mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pendidikan sarjana dalam empat tahun. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari doa orang tua, bimbingan dosen Program Studi Akuntansi, dukungan kampus, serta beasiswa pemerintah yang diterimanya.
Perjuangan itu kini mulai berbuah nyata. Belum genap mengikuti prosesi wisuda, Ivan telah menerima tawaran pekerjaan di Surabaya. Ia dijadwalkan mulai bekerja pada 2 November 2026, hanya beberapa hari setelah pengukuhannya sebagai sarjana.
Bagi Veronica, keberhasilan putra sulungnya bukan sekadar kebanggaan, melainkan jawaban atas perjuangan bertahun-tahun membesarkan anak dalam keterbatasan ekonomi. Setiap pagi, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kawasan Jalan Litasan, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.
“Senang sekali, Pak. Saya sangat bersyukur punya anak yang membanggakan orang tua,” ucap Veronica dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengakui, biaya pendidikan menjadi salah satu tantangan terberat dalam membesarkan kedua anaknya. Namun, ia berusaha bertahan dan terus memberikan dukungan agar anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.
“Puji Tuhan, saya bersyukur. Ibadah saya sangat kuat untuk mendukung anak-anak supaya lebih maju dan ke depannya bisa sukses,” tuturnya.
1.867 Lulusan Dikukuhkan, UNP Kediri Hadapi Persaingan Kampus
Kisah Ivan menjadi salah satu sorotan dalam Wisuda ke-68 UNP Kediri yang digelar di Kediri Ballroom, IKCC. Sebanyak 1.867 lulusan dari jenjang diploma, sarjana, hingga magister dikukuhkan dalam rangkaian wisuda yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026.
Ketua Pelaksana Wisuda sekaligus Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Dr. Sulistiono, M.Si., menyebut jumlah wisudawan meningkat sekitar 250 orang dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Sulistiono, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa UNP Kediri masih mendapatkan kepercayaan masyarakat di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, termasuk dengan kehadiran Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) perguruan tinggi negeri di wilayah Kediri dan Nganjuk.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terhadap UNP Kediri semakin meningkat. Meskipun persaingan semakin ketat dengan adanya PSDKU dari perguruan tinggi negeri, kami masih bisa mempertahankan jumlah mahasiswa baru karena konsisten menjaga kualitas,” kata Sulistiono.
Ia menegaskan, beasiswa KIP Kuliah menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, tetapi memiliki kemampuan akademik yang memadai.
Pada wisuda kali ini, tercatat tiga mahasiswa penerima KIP Kuliah berhasil meraih predikat wisudawan terbaik di program studi masing-masing. Capaian tersebut, menurut Sulistiono, memperlihatkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk berprestasi di perguruan tinggi.
Menutup rangkaian hari pertama wisuda, Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan keluarga ketika terjun ke tengah masyarakat.
Kisah Ivan sekaligus menjadi pengingat bahwa akses pendidikan dan dukungan yang tepat dapat membuka jalan bagi mahasiswa dari keluarga sederhana untuk meraih prestasi dan memasuki dunia kerja. Bagi UNP Kediri, tantangannya bukan sekadar meluluskan ribuan mahasiswa, melainkan memastikan pendidikan yang ditempuh benar-benar menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. (ade/wan)
