Pojokkiri.com

Peringati Hari Bumi, Pasar Atum bersama Eco Enzyme Nusantara Surabaya Selamatkan Lebih dari Setengah Ton Sampah Organik

Tim Eco Enzym Surabaya Nusantara Surabaya

Surabaya Pojokkiri.comDalam semangat memperingati Hari Bumi Sedunia, komunitas Eco Enzyme Nusantara (EEN) Surabaya menunjukkan langkah konkret penyelamatan lingkungan dengan aksi penuangan eco enzyme di sungai dan penyemprotan di TPS Pasar Atom. Kegiatan ini berhasil menyelamatkan lebih dari 500 kilogram sampah organik dari potensi pencemaran lingkungan.

Ketua Eco Enzyme Nusantara Surabaya, Christiany Tanzil, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penuangan eco enzyme ke sungai secara rutin, disertai sosialisasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami sebenarnya ingin suka melihat sungai yang jernih dan tidak berbau. Samping itu kami ingin menyelamatkan juga sampah-sampah organik yang ada di Pasar Atom,” tuturnya pada Rabu (23/04/2025).

Aksi ini tidak berdiri sendiri. Pasar Atom yang paling menunjukkan kepeduliannya dan pecinta Lingkungan menjadi pasar pertama yang siap berkolaborasi menyelamatkan lingkungan. Dengan dukungan dari pihak manajemen, termasuk Mayjen TNI (Purn) Halim Hermanto selaku direktur, serta Bapak Kasman Aroy Bapak Laode Bapak Soleh Bapak Agung Bapak Darul Bapak Firman beserta team.hadir juga ketua team EEN Jatim BPK Minoto.Team EEN Surabaya Bapak Wilopo Ibu Jessica Ibu Padma Ibu Nina Ibu Tya Bapak Surya Juga kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang memberi dampak nyata.

Christiany menyebut, hingga kini sudah lebih dari 52 kg sampah organik terselamatkan melalui kegiatan penuangan langsung, dan 360 kg lebih melalui sosialisasi kolaboratif. “Total semua sudah lebih dari 500 kilo, lebih dari setengah ton,” jelasnya dengan penuh semangat.

Salah satu dampak yang langsung terasa dari sungai depan Pasar Atum ke Pegirikan sampai akhirnya di Kalimas aksi eco enzyme ini adalah berkurangnya bau tidak sedap di TPS Pasar Atom. Penyemprotan rutin menggunakan air campuran eco enzyme mampu membunuh bakteri dan kuman, mengurangi bau, serta membuat lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan sehat.

“Sekarang hampir tidak ada lalat, bau pun jauh berkurang dari sebelumnya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, penuangan eco enzyme ke sungai depan pasar juga membawa hasil yang menggembirakan. Kehidupan di sungai mulai kembali, ikan-ikan kecil mulai terlihat, dan anak-anak sudah mulai memancing di sana. “Setelah diadakan penuangan, ternyata unsur hara di sungai membaik dan ikan-ikan mulai bermunculan serta tumbuh besar”.

Selain aksi penuangan dan penyemprotan, Eco Enzyme Nusantara Surabaya juga aktif membuat lubang biopori di sekitar lingkungan pasar. Atom Langkah ini dinilai efektif menyerap sampah organik menjadi kompos alami yang bisa digunakan untuk penghijauan. Di dalam mall, sampah organik juga mulai dipilah dari anorganik sehingga volume sampah secara keseluruhan berkurang.

“Kami berharap kompos dari biopori bisa dimanfaatkan untuk penghijauan. Kami juga ingin Surabaya terus konsisten sebagai kota Adiwiyata,” tambah Christiany. Ia optimis, dengan dukungan Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi serta Dinas Lingkungan Hidup, Bapak Drs Dedik Irianto MM dan team gerakan penyelamatan lingkungan akan terus berkembang dan memberi dampak lebih luas.

Kegiatan yang dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Kasman Roy, Bapak Laode, Bapak Soleh, dan Bapak Fauzi, serta tim Eco Enzyme Nusantara Surabaya ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif terhadap masa depan bumi.

Dengan langkah kecil yang berdampak besar, Surabaya menunjukkan bahwa kota ini layak menjadi teladan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Melalui kerja sama yang solid antara komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha, lingkungan yang bersih dan sehat bukan sekadar mimpi—ia sedang diwujudkan, satu aksi nyata pada satu waktu (Sam) 

Berita Terkait

Eco Enzyme Nusantara Surabaya: Ajak Warga Tegalsari Surabaya Jaga Bumi Lewat Lubang Biopori

sukoto pojokkiri.com

Gerakan Peduli Sampah dari Eco Enzyme Nusantara Surabaya Bersama Manajemen Pasar Atom