
Lamongan, Pojok Kiri.com-Tiara Angelina Saraswati (23), warga Jalan Made Kidul Gang XII, RT 03 RW 03, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, yang menjadi korban mutilasi di wilayah Pacet, Mojokerto, dikenal sebagai sosok pendiam namun baik hati di mata tetangganya.
Ketua RT 03 RW 03 Desa Made, Sukirno, menyampaikan bahwa almarhumah memang cenderung tertutup. Namun, jika sudah akrab dengan orang lain, Tiara justru dikenal ramah dan mudah bergaul.
“Almarhumah adalah warga kami. Dia dikenal pendiam dan agak tertutup. Namun sebenarnya almarhumah pribadi yang baik dan supel ketika sudah dekat dengan orang lain,” ungkap Sukirno saat ditemui di rumahnya, Senin (8/9/2025).

Tiara merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan Darmadi dan Egi yang berprofesi sebagai pedagang makanan (UMKM). Ia diketahui lulusan Universitas Negeri Trunojoyo, Bangkalan, Madura.
Hingga kini, jenazah Tiara masih berada di RS Mojokerto untuk keperluan otopsi. Menurut informasi yang diterima keluarga, proses pemulangan jenazah ke Lamongan diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari ke depan.

“Informasi dari keluarga, jasad almarhumah belum bisa dipulangkan karena masih diperlukan untuk kepentingan otopsi. Setelah semuanya selesai, baru akan dibawa pulang ke Lamongan,” jelas Sukirno.
Dari hasil musyawarah keluarga, jenazah Tiara nantinya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Sukirno berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan keji tersebut dan memberikan hukuman setimpal. “Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Kepada keluarga almarhumah, semoga diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT,” pungkasnya.(lut)

