Pojokkiri.com

Kebakaran Lalap Tiga Rumah di Porodeso Sekaran, Kerugian Capai Rp 400 Juta

 

Mobil Damkar UPT Babat berada di TKP untuk membantu proses pemadam api.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Kebakaran hebat terjadi di Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Kamis (27/11/2025) dini hari. Tiga rumah warga hangus dilalap api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta.

Kejadian bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Saksi bernama Ashari yang tinggal tak jauh dari lokasi mendengar suara teriakan minta tolong. Saat keluar rumah, ia melihat tetangganya, Susanto, berlarian sambil panik karena rumahnya telah terbakar.

Kapolsek Sekaran Iptu Ahmad Zunaedi bahu membahu dengan Damkar Babat memadamkan kebakaran.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Warga yang berdatangan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun kobaran api cepat membesar karena rumah terbuat dari kayu dan dinding papan. Api kemudian merembet ke dua rumah lainnya, yakni milik H. Ashari (dalam keadaan kosong) serta rumah milik Sapuah hingga seluruh perabotan ikut terbakar.

Petugas gabungan dari Polsek Sekaran, Koramil, perangkat desa, serta Damkar Korwil Babat tiba di lokasi untuk membantu pemadaman. Setelah berjibaku hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB.

Kapolsek Sekaran, IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP., yang memimpin langsung penanganan di lapangan mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Warga melihat kebakaran di Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. Tiga rumah terbakar habis dan kerugian ditaksir sekitar empat ratus juta rupiah,” ujarnya.

Saat ini Polsek Sekaran telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk tindak lanjut penyelidikan.

Situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan kondusif setelah api berhasil dipadamkan. Warga bersama aparat terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.(lut)