Pojokkiri.com

Baru Dua Hari Soft Launching, GUS Langsung Diserbu Pengunjung

Gresik, pojokkiri.com

Di serbu pengunjung Gedung Gresik Universal Science (GUS) yang baru dua hari di-soft launching, langsung menyedot perhatian masyarakat.

Destinasi wisata edukasi digital terbaru di Kabupaten Gresik ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah sejak dibuka di kawasan Gresik Islamic Center (GIC), Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik di serbu pengunjung.

Gedung GUS diresmikan secara soft launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau yang akrab di sapa Gus Yani sebagai wahana edukasi berbasis digital yang memadukan sains, teknologi, dan sejarah Kabupaten Gresik.

Bertepatan dengan masa libur akhir tahun dan uji coba operasional, Pemkab Gresik menggratiskan tiket masuk GUS mulai 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Sementara salah satu staf GUS, Farda, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat di luar perkiraan.
“Alhamdulillah, animo pengunjung sangat tinggi. Setelah mereka menyimak dan mengeksplorasi seluruh wahana di Gedung GUS, banyak yang merasa terkesan dan puas karena konsep seperti ini baru pertama kali ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).


Gedung GUS mengusung konsep edukasi digital interaktif. Seluruh wahana dirancang modern, dilengkapi teknologi audio visual, layar interaktif, serta konten sejarah Gresik yang dapat dibaca dan dipelajari langsung oleh pengunjung.

“Di sini pengunjung bisa belajar sains, teknologi, sekaligus mengenal sejarah Gresik dengan cara yang menyenangkan,” tambah Farda.

Tak hanya warga lokal, lanjut Farda pengunjung GUS juga datang dari luar daerah, seperti Kabupaten Lamongan, Mojokerto, hingga Kota Surabaya.

Gedung GUS sendiri memiliki tiga lantai dengan total 9 hingga 10 wahana edukatif yang dapat dinikmati secara berkelompok.

Dalam masa uji coba, jumlah pengunjung tercatat cukup tinggi. “Kemarin ada sekitar 235 pengunjung, dan hari ini sekitar 200 pengunjung. Padahal idealnya kami membatasi sekitar 100 pengunjung per hari. Ke depan akan kami evaluasi dengan penerapan sistem reservasi,” jelasnya.

Untuk kenyamanan, pengunjung dibagi dalam kelompok kecil berisi 10 hingga 15 orang agar dapat menikmati setiap wahana secara maksimal.

Sementara itu, Indah, salah satu pengunjung asal Kecamatan Cerme, mengaku terharu dan kagum dengan konsep Gedung GUS.

“Tempatnya indah, suasananya menarik sekali. Kita bisa mengetahui sejarah Kabupaten Gresik dengan cara yang berbeda dan tidak membosankan,” ungkapnya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat sejak soft launching, Gedung Gresik Universal Science (GUS) diharapkan menjadi ikon baru wisata edukasi digital sekaligus sarana pembelajaran modern bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Diberitakan sebelumnya, menurut Bupati Gus Yani menyampaikan, pemilihan lokasi di Kecamatan Balongpanggang merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan wilayah. Selain itu, GUS juga telah terintegrasi dengan layanan Trans Jatim, sehingga dapat diakses masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

“Lokasinya berada di Balongpanggang dan sudah terintegrasi dengan Trans Jatim, jadi biayanya akan terjangkau. Ini menjadi wisata edukasi yang menarik untuk anak-anak, tidak hanya dari Kabupaten Gresik, tetapi juga kabupaten dan kota tetangga,” imbuhnya.

Bupati Gus Yani berharap, keberadaan Gresik Universal Science dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi alat edukasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” jelasnya.


Gedung Gresik Universal Science terdiri dari tiga lantai dengan total 12 zona edukasi.

Lantai 1 menjadi pintu masuk utama eksplorasi Gresik Universal Science. Di lantai ini, pengunjung disambut Interactive Map Guidance yang berfungsi sebagai panduan digital untuk memahami keseluruhan zona.

Selanjutnya, Zona Sejarah Gresik menyajikan perjalanan sejarah daerah, diikuti Zona Makanan Khas Gresik yang mengenalkan kekayaan kuliner lokal, serta Zona Peta Kebudayaan yang menampilkan keragaman budaya dan potensi wilayah Kabupaten Gresik secara visual dan interaktif.

Lantai 2 menghadirkan pengalaman yang lebih imersif melalui Zona Budaya Lokal (Immersive Room) yang memadukan visual, audio, dan teknologi digital. Di lantai ini juga terdapat Zona Sejarah Islam Gresik yang mengulas peran penting Gresik dalam perkembangan Islam di Nusantara, serta Damar Kurung (Mirror Room) yang menampilkan seni khas Gresik dengan pendekatan visual reflektif dan modern.

Sementara itu, lantai 3 dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif dan imajinatif. Pengunjung dapat menikmati Interactive Story Wall yang menyajikan cerita-cerita lokal secara digital, Zona Permainan yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain, serta Zona Semesta Imaji sebagai ruang edukasi berbasis imajinasi dan kreativitas yang mendorong rasa ingin tahu generasi muda. Tambahnya. (Dyo)