Pojokkiri.com

Residivis Kambuhan? Pencuri Celana Dalam Guru di Brondong Ternyata Pernah Tersandung Masalah Serupa”

 

Jalannya mediasi perdamaian pelaku (Boy) dan korban Ibu Guru (Luna) di Mapolsek Brondong.(Pojok Kiri for Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Kasus pencurian pakaian dalam wanita yang menimpa seorang guru sebut saja Luna (31) di wilayah Kecamatan Brondong, Minggu (8/2/2026) malam, mengungkap fakta baru. Pelaku yang sebut sajal Boy (39) ternyata bukan pertama kalinya melakukan aksi menyimpang tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pojok Kiri pada Kamis (12/2/2026), Boy diketahui merupakan seorang residivis untuk kasus yang sama. Setahun lalu, ia sempat tertangkap basah mencuri celana dalam milik warga yang masih satu desa dengannya.

Bukan Aksi yang Pertama

Menurut keterangan sumber berinisial MB, perilaku menyimpang pelaku dipicu oleh hasrat yang tidak terbendung setiap kali melihat pakaian dalam wanita.

“Boy ini parah, Mas. Satu tahun lalu juga pernah mencuri celana dalam wanita satu desa dengannya,” ungkap MB kepada wartawan Pojok Kiri, Kamis (12/2/2025).

Pada aksi pertamanya setahun lalu, kasus tersebut tidak sampai dilaporkan ke pihak berwajib karena korban merasa malu jika permasalahan tersebut tersebar luas ke publik. Namun, karena pelaku mengulangi perbuatannya terhadap Ibu Guru Luna, warga dan tokoh masyarakat setempat merasa geram hingga akhirnya membawa pelaku ke kantor polisi.

Mediasi dan Tindakan Medis

Meski sempat diamankan, kasus ini berakhir melalui jalur mediasi di Polsek Brondong. Pihak korban dan pelaku sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Yang menarik, meski Boy diketahui sudah berkeluarga—bahkan memiliki istri yang cantik dan anak—dorongan untuk mencuri pakaian dalam tetap muncul. Sebagai bagian dari kesepakatan damai, pihak keluarga berjanji akan memberikan penanganan medis kepada pelaku.

“Pihak keluarga berjanji membawa pelaku ke dokter spesialis kejiwaan. Semoga dengan penanganan medis ini, perilaku nyleneh pelaku bisa sembuh,” harap MB.

Kini, masyarakat berharap kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang dan memberikan rasa aman bagi warga, khususnya kaum perempuan di wilayah Brondong.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri