Pojokkiri.com

Musim Hajatan Usai, Harga Cabai Rawit di Pasar Sidoharjo Turun Jadi Rp 60.000/Kg

 

Kepala UPT Pasar Sidoharjo Lamongan, Pardi, S.M.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

 

Lamongan, Pojokkkiri.com-Setelah sempat melambung tinggi, harga komoditas cabai rawit di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sidoharjo Lamongan akhirnya mengalami penurunan signifikan. Komoditas yang sempat menyentuh angka Rp 70.000 per kilogram pada pekan lalu, kini turun sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram pada Selasa (13/10).

Kepala UPT Pasar Sidoharjo, Pardi, S.M., menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipicu oleh berkurangnya permintaan di tingkat konsumen. Faktor utamanya adalah mulai sepinya acara pernikahan maupun pesta adat di kalangan masyarakat.

“Penurunan ini diduga akibat musim hajatan yang telah lewat. Sehingga permintaan pasar melandai dan harga cabai rawit ikut mengalami penurunan,” ujar Pardi saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa pagi.

Di sisi lain, Pardi memastikan bahwa harga barang kebutuhan pokok (sembako) lainnya di Pasar Sidoharjo berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami gejolak kenaikan. Seluruh harga kebutuhan meja dapur terpantau stabil dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan data pantauan pasar terbaru, beras kualitas premium tertahan di harga Rp 14.900 per kilogram, sementara beras kualitas medium dijual seharga Rp 13.500 per kilogram.

Kestabilan harga juga diikuti oleh sektor sayur-mayur dan bumbu dapur. Komoditas bawang putih saat ini dibanderol Rp 30.000 per kilogram, sedangkan bawang merah stabil di angka Rp 25.000 per kilogram.

“Semua harga sembako di UPT Pasar Sidoharjo stabil semua dalam empat hari terakhir. Pasokan lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Pardi.(lut)

Editor: Zainul Lutfi