
Gresik, pojokkiri.com
Siapa sangka, berawal dari sekadar kegemaran semasa kecil dan mengisi waktu luang, seorang ibu muda di Kabupaten Gresik berhasil menciptakan fenomena ekonomi yang menggetarkan jagat UMKM.
Rahma Maulidya (29), pemilik jenama Omah Mamaa, membuktikan bahwa hobi jika ditekuni dengan strategi digital yang tepat, mampu mendatangkan “cuan” fantastis hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Siapa sangka terletak di sudut Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, geliat bisnis Omah Mamaa kini menjadi buah bibir.
Rahma, yang awalnya hanya menyalurkan kreativitas melalui kerajinan manik-manik sebagai hobi, tak menyangka tangan dinginnya akan membawa perubahan besar bagi ekonomi keluarganya dan warga sekitar.

”Awalnya memang hobi, dan saya hanya memulai dengan modal yang sangat minim, cuma Rp300.000. Alhamdulillah, dengan ketekunan dan izin Allah, sekarang penghasilan per bulan sudah tembus angka ratusan juta,” ujar ibu satu anak tersebut saat ditemui di galeri bisnisnya, Jumat (23/1/2026).
Keberhasilan Rahma bukan diraih secara instan, namun progresnya tergolong sangat cepat. Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, Omah Mamaa mengalami evolusi produk yang luar biasa.
Jika pada awal berdiri ia hanya memproduksi satu jenis produk kerajinan, kini koleksinya telah berkembang pesat hingga mencapai 4.000 jenis produk.yang variatif dan mengikuti tren pasar.
Inovasi yang tiada henti inilah yang membuat pelanggannya tak pernah bosan dan terus kembali.
Kejelian Rahma dalam membaca peluang digital menjadi kunci utama mengapa produk dari desa kecil di Gresik ini bisa dikenal dunia. Melalui platform Shopee dan TikTok, Rahma membangun interaksi langsung dengan konsumen. Strategi ini terbukti ampuh, produk Omah Mamaa kini tidak hanya menjadi primadona di pasar nasional, tetapi telah melanglang buana ke mancanegara.
Saat ini, Omah Mamaa rutin melakukan ekspor ke berbagai negara di Asia, di antaranya Filipina, Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong.
Meskipun beroperasi dari kawasan pedesaan, Rahma menerapkan standar manajemen profesional. Untuk menjaga kualitas dan menangani pesanan yang membeludak, ia kini dibantu oleh 16 karyawan yang terbagi ke dalam tim-tim khusus seperti tim kreatif, marketing, tim administrasi dan tim Packing.
“Kehadiran Omah Mamaa ini bukan hanya tentang keuntungan saya pribadi, tapi saya ingin menjadi penggerak ekonomi bagi warga sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan di desa kami,” tambah Rahma dengan penuh semangat.
Kini, Omah Mamaa telah resmi menjadi destinasi belanja wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Kabupaten Gresik. Galeri miliknya tak pernah lengang dari kunjungan pelanggan yang ingin melihat langsung proses pembuatan atau sekadar berburu kerajinan manik-manik berkualitas tinggi.
Kisah Rahma Maulidya adalah inspirasi bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia, bahwa sukses besar bisa dimulai dari hal kecil, dari sebuah hobi, dan dari mana saja, asalkan memiliki semangat kegigihan dan berani beradaptasi dengan teknologi digital. Tambahnya. (Dyo)
