
Gresik, pojokkiri.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik melakukan pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, dan mudah menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu yang mengintegrasikan puluhan layanan kesehatan dalam satu lokasi.
Nah gedung tersebut ada tujuh lantai yang diresmikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada 22 September 2025 itu memiliki 26 klinik rawat jalan. Berbagai layanan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan laboratorium, radiologi, hingga poliklinik spesialis, ditata berdasarkan lantai untuk memudahkan pasien mendapatkan penanganan medis.
Tak hanya fasilitas, kemudahan akses pelayanan juga menjadi perhatian. Masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kasubag Tata Usaha RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Ahmad Rifa’i, mengatakan, manajemen terus mengedukasi seluruh pegawai agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan komitmen Pemkab Gresik dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Bupati tidak main-main terhadap pelayanan prima yang harus diberikan kepada masyarakat. Kalau ada diskriminasi terhadap masyarakat, beliau akan memantau langsung,”kata Rifa’i, Kamis,(29/10).
Rifa’i menjelaskan, pasien yang belum memiliki BPJS Kesehatan cukup membawa KTP dan menyampaikan kepada petugas bahwa ingin menggunakan layanan UHC. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan tidak terkendala administrasi saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Tidak perlu syarat-syarat lainnya. Tinggal membawa KTP, kemudian menyampaikan ingin menggunakan UHC,”jelasnya.
Dari sisi fasilitas, gedung terpadu tersebut memiliki pembagian layanan yang memudahkan pasien menemukan tujuan pemeriksaan. Lantai satu menjadi pusat pendaftaran, kasir, instalasi radiologi, dan instalasi farmasi. Sementara lantai dua melayani pemeriksaan laboratorium serta sejumlah klinik spesialis, seperti psikologi klinis, kesehatan jiwa, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), serta kulit.
Adapun layanan poliklinik lainnya mencakup klinik anak, jantung, saraf, penyakit dalam, bedah umum, urologi, dan ortopedi, serta berbagai layanan spesialis lainnya. Konsep pelayanan dalam satu gedung tersebut diharapkan dapat memangkas kerepotan pasien ketika harus mengakses beberapa layanan sekaligus.
Penataan ruangan juga menjadi bagian dari upaya membuat alur kunjungan lebih praktis dan terkoordinasi.
Apresiasi terhadap pelayanan RSUD Ibnu Sina datang dari Ipda Purnomo, anggota kepolisian dari Lamongan. Saat berkunjung, dia mengaku tidak hanya melihat fasilitas rumah sakit, tetapi juga bertanya langsung kepada warga yang sedang menjalani pemeriksaan.
Menurutnya, tanggapan masyarakat yang ditemuinya cukup positif. Warga menilai pelayanan semakin baik, petugas ramah, dan suasana rumah sakit nyaman.
“Pelayanan rumah sakit ini sudah luar biasa. Saya tadi keliling ke berbagai tempat pelayanan dan bertanya langsung kepada masyarakat yang sedang melakukan pemeriksaan. Semuanya menyatakan pelayanan semakin bagus,”ucapnya.
Purnomo berharap peningkatan pelayanan yang dilakukan Pemkab Gresik dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik bisa dicontoh pemerintah-pemerintah kabupaten lainnya atau tetangganya,”ujarnya.
Salah satu pasien dari warga Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Niki mengatakan bahwa pelayanan di RSUD Ibnu Sina Gresik sangat ramah, cepat dan nyaman.
“Untuk pelayanannya sangat ramah, cepat dan nyaman,”pungkasnya. (Dyo)
