
Surabaya Pojokkiri.com – Upaya membangun rasa aman tidak selalu dimulai dari ruang rapat formal, tetapi justru dari percakapan sederhana yang lahir di tengah masyarakat. Inilah semangat yang dibawa Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama warga Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Jumat, 23 Januari 2026.
Bertempat di Balai RW 01 Jalan Kalimas Baru, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah mendengar langsung suara warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Eko Adi Wibowo, Camat Pabean Cantikan Januar Rizal, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M. Zainuddin, Ketua LPMK Kelurahan Nyamplungan, jajaran Ketua RT dan RW, Kader Surabaya Hebat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Kompol Eko Adi Wibowo menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi membangun kemitraan yang kuat dengan warga.
Ia menyampaikan bahwa keamanan lingkungan akan lebih mudah terwujud apabila ada komunikasi terbuka dan kepercayaan antara masyarakat dan kepolisian. Salah satu perhatian utama saat ini, menurutnya, adalah perlindungan anak-anak dan remaja dari pengaruh negatif media sosial yang kerap menjadi pemicu kenakalan.
“Kami ingin warga merasa bahwa polisi adalah bagian dari lingkungan mereka. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, AKP M. Zainuddin menyoroti tantangan pengawasan anak dan remaja yang semakin kompleks di era digital. Ia menilai, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kepedulian bersama agar tidak berdampak pada perilaku menyimpang.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak, yang kemudian diperkuat oleh peran lingkungan sekitar, mulai dari tokoh masyarakat hingga pengurus RT dan RW.
“Ketika rumah dan lingkungan bergerak bersama, potensi kenakalan remaja bisa ditekan. Pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan,” ujarnya dengan nada tegas namun empatik.
Suasana Jumat Curhat berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta harapan terkait keamanan lingkungan. Setiap aspirasi ditanggapi secara terbuka oleh jajaran kepolisian dan pemangku wilayah.
Program Jumat Curhat ini diharapkan terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara aparat dan masyarakat. Tidak hanya sebagai sarana mendengar keluhan, tetapi juga sebagai langkah cepat mencari solusi bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak (sul)

