Pojokkiri.com

Keliling Pasar di Lamongan, Sarifudin Beli Uang Rusak hingga 70 Persen dari Nilai Nominal

 

Sarifudin menata tumpukan uang rusak di salah satu sudut Pasar Ikan Lamongan. (Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-“Uang rusak, sobek, lecek bapak ibu bisa ditukar,” demikian seruan Sarifudin sambil menggenggam mikrofon kecil saat berkeliling di Pasar Ikan Lamongan, Senin (8/12) pagi.

Berdasarkan pantauan Pojok Kiri, pria berusia sekitar 50 tahun itu tampak sigap menyusuri area pasar—mulai dari lapak pedagang, hingga gang-gang sempit. Ia menawarkan jasa pembelian uang rusak, robek, atau lusuh yang sudah tidak layak edar.

Sarifudin, yang mengaku berasal dari Petemon, Surabaya, setiap hari berkeliling dari pasar ke pasar di wilayah Lamongan, Surabaya, hingga Gresik. Ia membeli uang rusak dari warga dengan harga 50 persen hingga 70 persen dari nilai nominalnya, tergantung kondisi uang.

Untuk uang pecahan Rp100.000 misalnya, Sarifudin membelinya seharga Rp50.000 hingga Rp70.000. Jika hanya lusuh, harga bisa lebih tinggi. Namun jika rusak parah, robek besar, atau bagian uang hilang, harganya bisa turun ke kisaran setengah dari nilai aslinya.

Ia mengungkapkan tidak setiap hari berada di Pasar Lamongan. “Sebulan sekali saya ke sini. Sisanya keliling Pasar di Surabaya dan Gresik,” ujar Sarifudin saat ditemui Pojok Kiri ketika menata tumpukan uang rusak di salah satu sudut Pasar Ikan Lamongan, di Jalan Kusuma Bangsa.

Kehadiran Sarifudin sangat membantu bagi pedagang dan pengunjung pasar yang ingin menukarkan uang rusak mereka agar tetap bernilai.(lut)