Pojokkiri.com

Larangan Makan Ikan Lele di Desa Medang Lamongan, Diyakini Sebagai Bentuk Penghormatan kepada Mbah Boyo Pati

 

Makam Mbah Boyo Pati alias Syek Abdul Shomad di Desa Medang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Larangan memakan ikan lele bagi warga Lamongan, khususnya di Desa Medang, Kecamatan Glagah, bukan hal baru. Mitos ini telah hidup turun-temurun dan masih dipatuhi hingga kini oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Boyo Pati atau Syekh Abdus Shomad, seorang tokoh penyebar agama Islam di wilayah Lamongan.

Warga Desa Medang meyakini bahwa siapa pun yang melanggar pantangan ini — baik warga asli maupun orang luar yang menikah dengan warga setempat — dapat mengalami penyakit kulit seperti gatal atau belang-belang setelah mengonsumsi ikan lele. Mitos ini dipercaya sebagai “peringatan” agar masyarakat tetap menghormati jasa sang wali.

“Sejak dulu memang sudah dilarang makan dan memelihara ikan lele. Itu sudah menjadi adat di sini,” ungkap Asman (50), warga Desa Medang. Menurutnya, Mbah Boyo Pati adalah seorang waliullah dan murid kesayangan Sunan Giri yang berjasa besar menyebarkan Islam di Lamongan. Makamnya terletak di tengah area persawahan Desa Medang dan dikenal sangat keramat.

Peziarah sedang melihat Makam Mbah Boyo Pati alias Syek Abdul Shomad dari balik terali pagar besi.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Setiap Jumat Pon, makam tersebut selalu dipadati peziarah dari berbagai daerah, mulai dari Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga luar Jawa Timur. Ratusan kendaraan memadati jalan-jalan kecil menuju area makam. Para peziarah datang untuk berdoa dan mencari berkah, bahkan ada yang menunaikan nazar atas rezeki yang didapat.

Salah satu peziarah, Bu Yanti (53) asal Babat, mengaku datang ke makam Mbah Boyo Pati atas petunjuk gurunya di Surabaya.
“Saya punya warung soto di Jakarta. Setelah saya ziarah ke sini, usaha saya jadi lancar. Ini sudah kali kedua saya datang untuk menepati nadar,” ujarnya.

Selain ritual ziarah, masyarakat juga rutin menggelar selametan bulanan di area makam setiap Jumat Pon, mulai pagi hingga malam hari. Tradisi ini dipercaya dapat menjaga hubungan spiritual antara warga dengan leluhur mereka serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Desa Medang, pantangan memakan ikan lele bukan sekadar mitos, melainkan simbol penghormatan terhadap sosok Mbah Boyo Pati yang telah berjasa besar dalam penyebaran Islam di Lamongan.(lut)