
Lamongan, Pojok Kiri.com- Setiap usaha yang dijalani dengan mengharap keridaan Allah SWT, niscaya akan mendatangkan keberkahan. Petuah inilah yang diyakini dan dibuktikan oleh Daim (55), pedagang mie ayam keliling asal Kota Lamongan.
Dengan setia mendorong gerobak mie ayamnya, Daim telah berhasil menghidupi keluarganya dari hasil jerih payah yang halal dan penuh keikhlasan.
Warga Kota Lamongan pasti tak asing dengan sosok pria berkumis tipis dan berbadan kerempeng ini, yang dikenal murah senyum dan akrab dengan pelanggan.
Setiap hari, Daim menelusuri jalan dan lorong-lorong di Kota Lamongan. Ia mematok harga seporsi mie ayam hanya Rp 10.000, harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Satu mangkuk mie ayam racikannya sudah dilengkapi topping daging ayam suwir, some (topping khas Jawa), dan sayur sawi. Cita rasa mie ayam buatan Daim begitu khas dan menggugah selera.
Ia mengolah sendiri mie yang digunakan, terbuat dari tepung gandum dan telur tanpa tambahan pengawet atau penyedap yang membahayakan kesehatan.
“Setiap hari saya buat mie dari enam kilogram tepung. Setelah dicampur telur dan diolah dengan telaten, hasilnya bisa jadi sekitar 50 mangkuk mie yang siap dijual,” kata Daim saat ditemui di kawasan timur Kantor Balai Wartawan Lamongan, Selasa (22/7) siang.
Ia menambahkan, kelezatan mie ayam buatannya berasal dari ketelatenan dan kejujuran dalam mengolah bahan. “Saya ingin konsumen merasa puas. Maka dari itu, saya olah betul-betul dengan sebaik mungkin,” tutur warga ber-KTP di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo Lamongan ini.
Tarno, salah satu pelanggan setia yang juga juru parkir dari Dishub Lamongan, memuji mie ayam buatan Daim. “Rasanya memang beda, lebih gurih dan makyus dibandingkan mie ayam di tempat lain,” ucapnya.
Sementara itu, Teguh, pembeli lainnya, mengaku hampir setiap hari membeli mie ayam Daim. “Sehari bisa beli tiga mangkuk, karena semua anggota keluarga suka,” ujarnya.(lut)

