Pojokkiri.com

Perketat Pengawasan Kualitas BBM — Jangan Sampai Rakyat Kecil Jadi Korban Lagi

 

Oleh: Zainul Lutfi, Wartawan Koran Harian Pojok Kiri Biro Pantura

Kasus kerusakan massal sepeda motor di wilayah Pantura Jawa Timur kembali membuka mata publik tentang pentingnya pengawasan kualitas bahan bakar. Ribuan warga dari berbagai daerah, termasuk Lamongan, mengeluhkan motor mereka tiba-tiba mogok atau rusak setelah mengisi BBM di sejumlah SPBU.

Kejadian ini sontak viral di media sosial. Beragam unggahan beredar, menampilkan foto dan video kendaraan yang rusak, disertai keluhan keras terhadap pihak Pertamina dan pemerintah. Bahkan, beberapa warganet menyinggung pejabat negeri ini sebagai pihak yang patut bertanggung jawab atas kekacauan tersebut.

Pertamina sebagai perusahaan energi pelat merah tentu memikul tanggung jawab besar. Bukan hanya soal distribusi, tetapi juga memastikan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat tetap sesuai standar. Jika benar kerusakan massal ini disebabkan oleh kualitas bahan bakar yang buruk, maka ada masalah serius di rantai distribusi yang harus segera diusut.

Yang lebih ironis, peristiwa seperti ini justru menimpa masyarakat kecil — para pengguna motor harian, ojek, nelayan, dan pedagang keliling — yang sangat bergantung pada kendaraan mereka untuk mencari nafkah. Sementara itu, proses klarifikasi dan investigasi dari pihak terkait sering kali berjalan lambat, meninggalkan kerugian dan ketidakpastian di pihak konsumen.

Publik berharap Pertamina tidak hanya menyalahkan faktor teknis atau kesalahan di lapangan. Sudah saatnya dilakukan pengecekan kualitas BBM secara ketat sebelum dikirim ke SPBU, termasuk mekanisme uji acak dan transparansi hasil uji bahan bakar.

Jangan biarkan kejadian seperti ini berulang. Kualitas BBM bukan sekadar urusan teknis — ini menyangkut kepercayaan publik dan hak rakyat atas layanan yang layak. Ketika bahan bakar rusak, bukan hanya mesin yang mati — tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap negara.(*)