Pojokkiri.com

Terkait Pelaksanaan Efisiensi Anggaran DPRD Kota Mojokerto Harus Mufakat Dengan TPAD & Walikota

Mojokerto – pojok kiri.com : Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Hadi Prayitno menyatakan efisiensi anggaran akan dibahas Dewan Kota dengan TPAD dan Walikota setelah Walikota terpilih telah melakukan Serah Terima Jabatan(Sertijab).

 

Hal itu disampaikan salah satu Wakil Ketua Dewan Kota mewakili Ketua Dewan saat ditemui media ini Minggu (26/2/2025) dirumahnya.

 

Politikus asal Pensiunan Polri ini menyatakan sesuai amanat Inteuksi Presiden(Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, efisiensi belanja dilakukan terhadap belanja perjalanan dinas, sewa hotel, alat tulis kantor dan cenderamata. Juga menghilangkan kegiatan yang tidak lagi jadi skala prioritas.

 

“Sesuai perintah Presiden yang tertuang dalam Inpres 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran, Pemerintah Kota Mojokerto harus linier dengan Presiden, kami akan segera berembuk dan bermusyawarah mufakat dengan Team Pelaksana Anggaran Daerah(TPAD) dan Walikota terpilih setelah Ning Ita&Cak Sandi selesai melakukan serah terima jabatan Walikota Mojokerto” jelas Politikus Senior asal PKB ini.

 

Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Ahmad Saifulloh yang akrab disapa Gus Ipung juga menambahkan, bahwa prinsipnya Inpres ini harus menuju kepada efektifitas program pembangunan dan kemanfaatan bagi masyarakat secara lebih luas.

 

“Terkait alokasi khusus, itu lebih kepada penyesuaian APBD harus lebih diprioritaskan kepada program-program riil. Salah satu contohnya kita (PRDR) meminta penghapusan beberapa program yang bersifat seremonial dan formalitas saja,” ungkap Ahmad Saifulloh, Jumat (28/2/2025) saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan seluler.

 

Penyesuaian anggaran dan efisiensi, menurut Gus Ipung tidak boleh dilakukan pada indikator-indikator yang memengaruhi output program prioritas. Namun, untuk detailnya masih dalam tahap pembahasan.

 

“Kalau lihat di pusat, efisiensi Rp 256 triliun itu pasti ada program yang tidak akan dilaksanakan kementerian atau lembaga. Apakah itu mengganggu? Sedikit banyak pasti mengganggu. Tapi kami berusaha yang prioritas-prioritas itu tidak terganggu dengan adanya efisiensi,” pesan Gus Ipung alias Ahmad Saifulloh ini. (Mar)