
Lamongan, Pojok Kiri.com-Klub kebanggaan masyarakat Lamongan, Persela, kini tengah menjadi sorotan publik. Setelah sekian lama membanggakan warganya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, kini Laskar Joko Tingkir harus berjuang keras di kompetisi Liga 2 Indonesia selama dua musim terakhir.
Meski terdegradasi dari Liga 1, dukungan dan doa dari warga Lamongan tak pernah surut. Bagi mereka, Persela bukan sekadar klub sepak bola, melainkan ikon daerah yang namanya sudah sejajar dengan kuliner khas Lamongan seperti pecel lele dan soto Lamongan yang dikenal hingga ke seluruh Indonesia.
Kebesaran nama Persela membuat harapan masyarakat tetap menyala agar klub yang berdiri pada 18 April 1967 itu bisa kembali meraih prestasi gemilang. Sayangnya, dalam dua tahun terakhir, tim belum mampu menorehkan hasil membanggakan. Hingga pekan kelima Liga 2 Championship 2025/2026, Persela masih bertengger di papan tengah klasemen.
Dengan performa yang belum stabil, peluang untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional masih menjadi tantangan berat. Namun, cinta dan kebanggaan masyarakat Lamongan terhadap klub ini tak pernah pudar.
“Harapannya Persela selalu menjadi tim besar yang dicintai dan membanggakan dengan prestasinya. Semoga di era Bupati sekarang Persela bisa bangkit ke Liga 1. Era kejayaan harus dikembalikan, supaya Lamongan jadi megilan,” ujar Firadus, warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Lamongan, saat ditemui wartawan Pojok Kiri, dengan semangat sambil mengepalkan tangan di dada.
Masyarakat Lamongan berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi, Persela dapat kembali menunjukkan taringnya dan mengangkat nama Lamongan di kancah sepak bola nasional.
“Ayo Pak Bupati, tunjukkan Persela bisa kembali ke kasta tertinggi Liga 1 Indonesia. Didaku ada Persela!” seru Firadus penuh semangat.(lut)

