
Surabaya Pojokkiri.com – Kepala Daerah Operasi (Daop) 8 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Surabaya, bersama jajaran direksi, melakukan inspeksi mendalam sebagai persiapan menyambut masa angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Inspeksi ini mencakup pengecekan fasilitas di Stasiun Gubeng hingga sejumlah stasiun lain di wilayah Daop 8 Kota Surabaya.
“Kami sedang memastikan kesiapan fasilitas dan sarana untuk menghadapi salah satu musim angkutan tersibuk dalam setahun. Hingga kini, sudah sekitar 40% tiket kereta jarak jauh yang terjual untuk periode 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025,” ujar Kepala Daop 8 PT KAI Surabaya Wisnu Pramudyo.
Penambahan Fasilitas Premium dan Ramah Lingkungan
Dalam inspeksi tersebut, Wisnu juga diresmikan VIP Lounge di Stasiun Gubeng untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang eksekutif. Fasilitas ruang tunggu ini dilengkapi dengan pendingin ruangan dan desain modern yang meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami juga telah memperbarui ruang tunggu reguler dengan AC dan fasilitas ramah lingkungan seperti pemasangan panel surya di 40 stasiun,” tambahnya.
Langkah ramah lingkungan ini diperluas dengan penyediaan refill water station di beberapa stasiun utama, termasuk Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Malang, sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, Daop 8 menambahkan 8 perjalanan kereta api khusus pada masa angkutan Nataru, sehingga total mencapai 42 perjalanan per hari. Dengan kapasitas tambahan ini, sekitar 436.000 tempat duduk disiapkan bagi penumpang kereta jarak jauh dan aglomerasi.
“Kami memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang hingga 10% dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memesan tiket lebih awal melalui aplikasi KAI Access agar mendapatkan harga terbaik,” jelasnya.
Penanganan Kendala di Lapangan
Meski berbagai persiapan telah dilakukan, PT KAI juga menghadapi tantangan berupa proyek infrastruktur yang berpotensi menyebabkan keterlambatan perjalanan. Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah area Lamongan dan Sidoarjo, di mana terdapat fenomena penurunan tanah yang mengharuskan pembatasan kecepatan kereta.
“Meski demikian, kami berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Langkah-langkah antisipasi terus kami lakukan untuk meminimalkan dampak keterlambatan,” tegas Kepala Daop 8.
Transportasi Kereta Api Semakin Diminati
Sebagai moda transportasi yang terus berinovasi, kereta api kini menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di musim liburan. Dengan peningkatan fasilitas, penambahan perjalanan, dan pelayanan ramah lingkungan, PT KAI optimistis menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berkesan bagi penumpang selama masa Nataru.
“Semoga upaya ini membuat masyarakat semakin percaya pada kereta api sebagai moda transportasi andalan, terutama dalam memberikan kenyamanan, keamanan, dan layanan berkelas dunia,” tutupnya (Sam).

