Pojokkiri.com

Mengenal Pradita Aditya, Pengusaha Asal Paciran Ditunjuk Jadi Direktur Bisnis Persela

 

Pradita Aditya (tengah) Direktur Bisnis Persela Lamongan.(Pojok Kiri.com/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Nama Pradita Aditya kian dikenal publik Lamongan. Pengusaha asal Paciran, Kabupaten Lamongan itu dikenal sebagai juragan besi sekaligus pemilik kafe ternama di wilayah Pantura.

Putra daerah Lamongan tersebut kini dipercaya manajemen Persela Lamongan untuk mengemban jabatan Direktur Bisnis. Selain berkiprah di dunia usaha, Pradita Aditya juga menjabat sebagai CEO Duta Merpati Indonesia.

Penunjukannya sebagai Direktur Bisnis Persela diharapkan mampu membawa angin segar, khususnya dalam memperbaiki dan menstabilkan kondisi finansial klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

Manajemen Persela menaruh harapan besar agar kehadiran pengusaha muda Pantura itu dapat membantu Persela menjadi klub yang sehat secara finansial dan berkelanjutan.

Meski demikian, penunjukan Pradita Aditya tidak lepas dari beragam tanggapan publik, termasuk dari kalangan pecinta sepak bola Lamongan. Sebagian suporter masih menyimpan keraguan terhadap dampak nyata yang bisa diberikan.

“Isok tah ngangkat performa Persela. Dia ditunjuk direktur bisnis berarti duweke akeh,” ujar Suwandi, suporter Curva Boys asal Sukomulyo, saat berbincang dengan Wartawan Pojok Kiri di sebuah warung kopi di belakang Masjid Jami’ Lamongan, Rabu (24/12) siang.

Suwandi berharap, dengan ditunjuknya Pradita Aditya sebagai Direktur Bisnis, Persela mampu mendatangkan sponsor-sponsor besar seperti yang dimiliki Persib Bandung. Untuk musim 2025/2026, Persib diketahui didukung sponsor utama seperti Combiphar (Insto dan OBH Combi), GoPay, BTN, serta mitra besar lainnya seperti Indofood, Kopi ABC, Le Minerale, Panther Energy, Greenfields, dan Teh Pucuk Harum.

“Kalau Persela bisa dapat tiga sponsor besar saja seperti Persib, manajemen sudah bisa bernapas lega soal keuangan,” katanya.

Ia juga berharap Pradita Aditya memiliki militansi yang kuat dalam membesarkan Persela, tak kalah dari pendahulunya, Faris Julinar Maurisal, CEO Persela yang sebelumnya mengundurkan diri.

“Intinya jangan kalah militan sama Faris. Faris juragan roti dan kopi saja all out membesarkan Persela. Paling tidak militansinya Pradita Aditya tidak kalah dengan Faris,” pungkasnya.(lut)