
Mojokerto, pojokkiri.com : Ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) memadati kawasan Alun-alun Mojokerto kemudian ngruduk menuju ke depan Kantor Bupati, pada Rabu (24/12/2025).
Aksi massa oleh Kepala Desa PKPI Mojokerto dan Stafnya ini menamakan diri sebagai Pamong Mojopahit sesuai relaesenresmi PKPI dilakukan untuk menuntut kejelasan nasib tata kelola Alokasi Dana Desa (ADD) yang dinilai menyulitkan pemenuhan hak-hak aparatur desa.
Ketua Umum PPDI, Sunardi, S.H., dalam orasinya mengajak seluruh elemen pemerintahan desa—mulai dari Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, hingga pengurus RW dan RT—untuk bersatu menyampaikan aspirasi langsung di depan Pendopo Kabupaten. Tiga Tuntutan Utama dalam orasi yang disampaikan di depan gerbang Kantor Bupati, Sunardi menekankan tiga poin krusial yang menjadi dasar pergerakan hari ini antara lain menolak Pemotongan Penghasilan, meminta pemerintah daerah menjamin tidak ada pemotongan gaji atau penghasilan tetap bagi perangkat desa.
Meminta realisasi ADD Rp600 Juta tiap dan Menuntut kepastian alokasi dana desa sebesar Rp600 juta per desa guna menunjang operasional dan kesejahteraan tingkat desa. Pengunjuk rasa juga meminta Pemerintah Memanusiakan Manusia untuk itu Menuntut perlakuan dan kebijakan yang adil bagi ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah.
“Kami datang ke sini bukan untuk membuat kekacauan, tapi untuk memperjuangkan hak kades, perangkat, BPD, hingga RT/RW yang selama ini kesulitan dalam mengaplikasikan hak-haknya akibat regulasi yang memberatkan,” ujar Kades Sunardi di atas mobil komando.
Pantauan di lapangan menunjukkan situasi sempat memanas saat massa mencoba mendekat ke gerbang utama. Aksi dorong-mendorong antara perangkat desa dengan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak terhindarkan selama beberapa menit.
Namun, ketegangan tersebut berhasil diredam setelah koordinator lapangan menenangkan massa. Aksi kemudian dilanjutkan dengan orasi damai secara bergantian oleh Kepala Desa anggota PKPI Kabupaten Mojokerto.
Tampak Pihak Kepolisian dan Satpol PP, Dinas Perhubungan tetap berjaga ketat untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar Alun-alun tetap terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, Diketahui Perwakilan Pengunjuk rasa ditemui Sekda Kabupaten Mojokerto dan Kepala OPD terkait hingga berakhir Unjuk Rasa berakhir.Aksi massa berakhir dengan tertib dan kondusif setelah aspirasi tertulis diserahkan kepada pihak pemerintah daerah dan tinggal menunggu Penyikapan Bupati Mojokerto dan Pemerintah Pusat.(Mar)

