
Surabaya Pojokkiri.com – Aksi dua pria sebagai pelaku perampasan telepon genggam (jambret) milik seorang pengendara berhasil diamankan polisi setelah terlibat kejar-kejaran yang cukup menegangkan di sejumlah ruas jalan kota Pahlawan Surabaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/5), sekitar pukul 20.30 WIB. Korban yang merupakan seorang karyawan swasta asal Surakarta menjadi sasaran pelaku saat melintas di kawasan Jalan Undaan menuju Jalan Kalianyar, Surabaya.
Kompol Grandika Indera Waspada, Kapolsek Genteng Surabaya melalui Kanit Reskrim Iptu Vian Wijaya mengungkapkan, kedua tersangka diketahui menjalankan aksinya dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari calon korban. Mereka membidik pengendara yang terlihat memegang telepon genggam, terutama di lokasi yang relatif sepi dan minim penerangan.
“Salah satu tersangka berperan sebagai pengendara motor, sementara rekannya yang berada di posisi boncengan bertugas merampas barang milik korban,” tutur Iptu Vian, pada Sabtu (13/6).
Iptu Vian menjelaskan saat itu korban melintas di kawasan Undaan-Kalianyar. Ketika korban yang sedang berboncengan berhenti menunggu lampu merah, pelaku mendekat dari sisi kiri belakang.
“Dalam hitungan detik, pelaku yang duduk di belakang langsung merampas dan menarik paksa HP yang berada di genggaman tangan korban. Setelah berhasil menguasai barang curian, keduanya segera melarikan diri menuju arah Undaan Wetan,” katanya.
Tidak tinggal diam, ungkap Iptu Vian korban berusaha mengejar kedua pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor. Namun upaya tersebut sempat menemui jalan buntu karena jarak yang semakin jauh.
“Korban bahkan sempat menghentikan pengejaran saat berada di sekitar lampu lalu lintas Jalan Ambengan–Jaksa Agung Suprapto karena kehilangan jejak para pelaku,” jelasnya.
Namun kata Vian, situasi berubah ketika korban kembali melihat sepeda motor yang digunakan pelaku melintas di lokasi tersebut. Dengan spontan korban berteriak meminta pertolongan sambil meneriakkan kata “maling” dan kembali melakukan pengejaran.
“Teriakan tersebut kemudian menarik perhatian petugas kepolisian yang saat itu sedang melaksanakan patroli dan kegiatan kring serse di wilayah hukum setempat,” ungkap Vian.
Mendengar teriakan korban, tim Reskrim yang berada tidak jauh dari lokasi segera bergerak melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.
Pengejaran berlangsung cukup menegangkan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat Kota Surabaya. Meski petugas telah berulang kali memberikan peringatan dan meneriakkan identitas sebagai polisi, kedua pelaku tetap berupaya melarikan diri.
Dalam upaya menghentikan laju kendaraan pelaku, petugas sempat melakukan penghadangan. Namun pelaku tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan salah seorang anggota tim terseret dan kedua pihak terjatuh dari sepeda motor.
Akibat insiden tersebut, para pelaku mengalami luka lecet dan gores akibat terjatuh saat berusaha menghindari penangkapan.
Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Beat Street yang digunakan sebagai sarana melakukan aksi kejahatan. Kendaraan tersebut diketahui tidak dilengkapi pelat nomor polisi saat digunakan.
Reporter Samsul Arif

