Pojokkiri.com

Dua Pekan Jelang Lebaran, Penjualan Pakaian di Pasar Baru Lamongan Masih Lesu

 

Blok baju di Pasar Baru Lamongan yang masih sepi pembeli menjelang dua pekan lebaran.(Pojok Kiri for Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojokkiri.com-Meski hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah menyisakan dua pekan lagi, geliat belanja pakaian di Pasar Baru Lamongan terpantau masih sepi. Hingga memasuki pertengahan Ramadhan, para pedagang mengaku belum merasakan adanya lonjakan pembeli yang signifikan.

Abdurahman, salah seorang pedagang pakaian di Pasar Baru Lamongan, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini masih serupa dengan hari-hari biasa. “Sejak memasuki bulan Ramadhan hingga sekarang belum terjadi peningkatan penjualan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/3/2026).

Ia menduga, lesunya daya beli masyarakat disebabkan oleh faktor ekonomi. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok dibandingkan membeli baju baru untuk berlebaran.

Sejauh ini, omzet harian Abdurahman tertahan di angka Rp500 ribu per hari. Angka ini bahkan cenderung menurun jika dibandingkan periode sebelum puasa yang bisa menyentuh Rp1 juta per hari. Padahal, ia menyediakan beragam koleksi seperti gamis, kemeja, tunik, hingga rok dengan harga kompetitif mulai dari Rp40 ribu hingga Rp140 ribu.

Kendati demikian, optimisme tetap ada. Abdurahman berharap roda ekonomi berputar lebih cepat pada akhir Maret mendatang seiring dengan cairnya gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pegawai. “Biasanya seminggu jelang Lebaran adalah puncaknya. Pada waktu tersebut omzet bisa naik tiga kali lipat, mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per hari,” imbuhnya.

Tren Berbeda pada Penjualan Hijab

Berbanding terbalik dengan toko pakaian, stan hijab justru kebanjiran berkah Ramadhan. Yesi (43), salah satu pedagang hijab, mengaku omzetnya melonjak drastis hingga tiga kali lipat sejak hari pertama puasa.

“Sebelum Ramadhan penjualan hanya sekitar Rp1 juta per hari, tapi sekarang bisa mencapai Rp3 juta per hari,” kata Yesi semringah.

Merespons tingginya permintaan, Yesi memperpanjang jam operasional kiosnya dari pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Berbagai jenis hijab seperti model segi empat, pashmina, dan hijab sorong yang dibanderol Rp25 ribu hingga Rp60 ribu menjadi buruan utama para pembeli yang ingin tampil modis di hari raya.

Kondisi kontras ini menunjukkan pergeseran prioritas belanja masyarakat Lamongan yang lebih memilih aksesori pelengkap dengan harga terjangkau di tengah situasi ekonomi yang menantang.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri