Pojokkiri.com

RELEVANSI SPIRITUAL Ramadhan Masuki Fase Pertengahan: Momentum Emas Evaluasi Diri dan Menjaga Istiqomah

Oleh: Zainul Lutfi, Wartawan Harian Pagi Pojok Kiri  Biro Pantura Lamongan

Tak terasa, umat Muslim kini telah menapaki hari ke-15 di bulan suci Ramadhan. Memasuki fase pertengahan atau Nisfu Ramadhan, suasana spiritual jamaah diharapkan tidak memudar, melainkan justru semakin menguat sebagai persiapan menuju sepuluh malam terakhir.

Dalam berbagai tausiyah singkat (kultum) yang disampaikan di sejumlah masjid, tema “Syukur dan Istiqomah” menjadi pesan sentral. Para mubaligh mengingatkan bahwa mencapai titik tengah Ramadhan adalah sebuah anugerah besar yang patut disyukuri dengan peningkatan kualitas ibadah.

Madrasah Kesabaran dan Penjagaan Lisan
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga matahari terbenam. Lebih dari itu, Ramadhan adalah “madrasah” atau sekolah kesabaran. Di fase kedua ini, ujian sesungguhnya adalah menjaga konsistensi (istiqomah) dalam ketaatan.

Memasuki hari ke-15, tantangan terbesarnya adalah rasa jenuh. Kita harus tetap menjaga lisan dan perilaku agar pahala puasa tidak gugur begitu saja.

Optimisme di Jalur Mustajab
Pertengahan bulan juga disebut sebagai waktu krusial untuk melakukan evaluasi ibadah selama 14 hari ke belakang. Apakah salat tarawih kita masih terjaga? Seberapa banyak ayat Al-Qur’an yang telah dibaca?

Selain evaluasi, jamaah didorong untuk memaksimalkan doa-doa mustajab. Memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu menjadi prioritas utama di fase ini, agar setiap individu memiliki “bekal” batin yang bersih saat menyambut malam Lailatul Qadar di penghujung bulan nanti.

Dengan semangat istiqomah, diharapkan grafik ibadah umat tetap stabil atau bahkan meningkat, sehingga Ramadhan tahun ini tidak berlalu begitu saja tanpa bekas perubahan perilaku yang nyata.(*)