Surabaya Pojokkiri.com – Kasus pembacokan brutal yang menewaskan Hasan, warga asal Sampang, Madura, di kawasan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya, masih terus didalami aparat kepolisian. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak kini fokus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk keluarga pelapor, guna mengungkap motif dan pelaku penyerangan.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menyampaikan bahwa penyidik bergerak cepat usai menerima laporan terkait insiden berdarah tersebut.
“Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat ini melakukan pemeriksaan terhadap saksi keluarga pelapor. Selain itu, anggota juga melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk,” tutur Iptu Suroto saat dihubungi wartawan pojokkiri, pada Kamis (30/4/2026).
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan warga sekitar serta menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang dapat membantu mengidentifikasi para pelaku.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Wonokusumo Jaya Baru digegerkan suara keributan pada Selasa pagi (29/4/2026). Kepanikan semakin memuncak saat warga menemukan Hasan dalam kondisi bersimbah darah dan tergeletak di ujung jalan.
Korban diduga menjadi sasaran penyerangan oleh lebih dari empat orang tak dikenal. Para pelaku disebut datang dengan menutupi identitas, sebagian mengenakan penutup kepala dan helm full face.
“Kurang lebih ada empat orang, pakai penutup kepala, ada yang helm full face juga katanya,” ujar Siswanto, warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut.
Menurut informasi warga, Hasan saat itu hendak berangkat kerja ke kawasan Sidotopo Gang VIII untuk membantu kakaknya membangun rumah. Korban diketahui baru sekitar satu hingga dua bulan tinggal di lokasi tersebut setelah Idulfitri.
“Baru tinggal di sini sekitar 1-2 bulan, tinggal sama kakaknya. Asalnya dari Madura,” tambah Siswanto.
Warga sekitar mengaku belum mengetahui motif pasti penyerangan yang merenggut nyawa korban. Polisi pun belum menyimpulkan apakah pembacokan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi, dendam, atau motif lain.
Hingga kini, anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih memburu para pelaku dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian warga karena aksi pelaku dinilai nekat dan terjadi di area permukiman padat penduduk.
Reporter Samsul Arif.
