Pojokkiri.com

Legawa, Keluarga Suradi Tolak Otopsi: “Kami Sudah Ikhlas” (Bag-2)

 

Istri almarhum membuat peryataan menolak dilakukan otopsi didampingi Kanit Reskrim Polsek Tikung Aiptu Abdul Kadir Jaelani (lengan panjang kotak kotak).(Pojok Kiri for Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojokkiri.com– Warga Dusun Delikguno, Desa Pengumbulanhadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan digegerkan dengan penemuan jasad Suradi (41) yang tewas bersimbah darah di sebuah gubuk persawahan pada Rabu (11/3) siang sekitar pukul 12.30 WIB. Korban ditemukan dengan luka sayat fatal di bagian leher yang diduga kuat akibat bunuh diri.

Kejadian tragis ini bermula saat korban terlihat berjalan menuju area persawahan sembari membawa sebilah sabit. Sebelum insiden terjadi, korban sempat bertegur sapa dengan dua tetangga sawahnya, Surat (65) dan Sutrisno (53). Kepada saksi, korban menanyakan keberadaan alat asah sabit di dalam gubuk milik H. Kuwan.

“Saksi sempat melihat korban mengasah sabit di depan gubuk. Namun, sekitar 20 menit kemudian saksi curiga karena korban tidak lagi terlihat,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mewakili Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo.

Saat dicek ke lokasi, kedua saksi dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tergeletak tak bernyawa di depan pintu gubuk. Sebilah sabit ditemukan tepat di samping kaki kanan korban.

Jasad almarhum Suradi di Kamar Mayat RSUD Dr Soegiri Lamongan.(Pojok Kiri for Zainul Lutfi)

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, motif aksi nekat ini diduga akibat depresi berat yang dialami korban. Suradi diketahui sudah lama tidak bekerja sebagai kuli bangunan dan mengalami tekanan ekonomi hebat akibat musibah gagal panen yang dipicu oleh banjir.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh istri korban, menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi. Mereka telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni dan menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak manapun.

“Surat keberatan tersebut ditandatangani istri almarhum dan diketahui oleh Kepala Desa Pengumbulanhadi,” pungkas Ipda Hamzaid.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri