
Lamongan, Pojokkir.com-Kabupaten Lamongan di Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan kuliner dan tradisinya, tetapi juga berbagai cerita mistis yang melegenda. Uniknya, kisah seputar hal-hal berbau klenik atau “magic” tersebut ternyata juga sempat menyentuh dunia sepak bola profesional di Kota Soto.
Pengalaman menarik tersebut dibagikan oleh mantan striker asing andalan Persela Lamongan asal Chile, Oscar Aravena. Ia menceritakan momen tak terlupakan saat dirinya mengalami paceklik gol di awal masa baktinya bersama tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.
Kisah ini terungkap saat Aravena menjadi bintang tamu dalam program podcast di kanal YouTube @sport77official yang dipandu oleh komika Mamat Alkatiri, dalam episode bertajuk “Oscar Aravena Kena Sihir dan Ketagihan Dangdut”.
Dalam perbincangan tersebut, Aravena mengaku sempat kesulitan beradaptasi dan mencetak gol setelah pindah dari PSM Makassar ke Persela Lamongan.
“Saat itu awalnya saya di PSM, lalu pindah ke Persela. Lima kali pertandingan saya tidak bikin gol. Sulit sekali,” ujar Aravena yang dikutip Harian Pagi POJOK KIRI melalui program podcast di kanal YouTube @sport77official yang dipandu oleh komika Mamat Alkatiri.
Merasa ada yang tidak beres dengan performanya, Aravena pun berseloroh bahwa dirinya sempat terkena “magic” khas Lamongan. Untuk membuang kesialan tersebut, seorang rekan mengajaknya melakukan ritual mandi di sebuah mata air di kawasan perbukitan atau gunung di wilayah Lamongan.
Wartawan Pojok Kiri menduga lokasi yang dimaksud Oscar Aravena itu adalah Pemandian Jalasundra (Mbrumbung) terletak di Dusun Tepanas, Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
“Saya dibawa ke sebuah tempat, lalu disuruh mandi. Jauh di gunung. Teman saya mengatakan kalau setelah mandi di situ, saya akan mencetak banyak gol,” kenang Aravena.
Aravena menceritakan bahwa dirinya harus menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan sepeda motor melewati jalanan yang berliku untuk mencapai lokasi. Setibanya di sana, ia menemukan sebuah pemandian menyerupai kolam renang yang bersumber dari mata air alami.
“Itu ada seperti kolam renang, seperti mata air. Saya lihat airnya berwarna cokelat. Awalnya saya tidak mau masuk, tetapi karena perjalanannya sudah jauh, akhirnya saya masuk juga,” tuturnya.
Entah kebetulan atau tidak, performa Aravena di atas lapangan hijau langsung berubah drastis usai menjalani ritual mandi tersebut. Keran golnya terbuka lebar hingga ia sukses mengoleksi total 17 gol selama berseragam Persela Lamongan.
“Setelah itu saya cetak gol terus sampai 17 gol. Lalu saya temui teman saya itu dan saya kasih uang satu juta (rupiah). Sekarang sudah kaya orang yang membantu saya mandi waktu itu,” kelakar Aravena yang langsung disambut gelak tawa.
Menariknya, Aravena membocorkan bahwa dirinya bukan satu-satunya legiun asing yang pernah menjalani ritual serupa. Ia menyebut nama mantan rekan senegaranya yang juga pernah membela Persela dan PSIS Semarang, Julio Lopez, turut melakukan hal yang sama.
“Julio Lopez juga mandi di situ sebelum pindah ke PSIS Semarang. Makanya dia bisa terkenal dan tajam di sana. Coba tanya saja langsung ke dia kalau ketemu,” pungkas Aravena.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
