Pojokkiri.com

MEMBANGUN DESA ADALAH MEMBANGUN PERTAHANAN, TMMD KE-130 JARIN WUJUDKAN PEMIKIRAN A.H. NASUTION

Pamekasan, pojokkiri.com

Bagi Jenderal A.H. Nasution, pertahanan negara tidak hanya dibangun dengan senapan dan menjaga perbatasan. Pertahanan yang paling kuat dibangun dari desa yang sejahtera dan rakyat yang tidak mudah diadu domba.

Pemikiran itulah yang kini diwujudkan melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.

Di Jarin, Satgas TMMD tidak hanya membangun jalan pertanian, drainase, dan Rumah Layak Huni. Mereka juga membangun ketahanan warga melalui kegiatan non fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Jenderal Nasution mengajarkan kita, desa yang sejahtera itu adalah benteng pertahanan. Kalau jalan bagus, ekonomi jalan, anak bisa sekolah, rumah layak, rakyat tidak akan mudah diprovokasi dan tidak mudah disusupi paham yang memecah belah,” ujar Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Chb Aman Karyoko, Jumat, 6 November 2026.

Menurut Kapten Aman Karyoko, kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan adalah ancaman nyata yang harus dilawan dengan pembangunan.

“Kalau petani Jarin hasil panennya bisa keluar karena jalannya mulus, itu pertahanan. Kalau warga Jarin kompak dan gotong royong, itu pertahanan. Kalau anak-anak Jarin cinta tanah air, itu pertahanan,” ujar Kapten Aman Karyoko.

Hal itu dirasakan langsung oleh warga Desa Jarin. Selama ini jalan pertanian yang rusak membuat hasil bumi sulit diangkut dan harga jual jatuh. Setelah dibangun melalui TMMD, warga optimis ekonomi desa akan bangkit.

“Dulu kalau hujan, jalan becek, gabah tidak bisa keluar. Sekarang jalan sudah dicor, kami tidak takut lagi. Kami merasa diperhatikan,” ujar salah satu warga Desa Jarin.

Melalui TMMD Ke-130, Kodim 0826/Pamekasan membuktikan bahwa membangun desa sama dengan membangun Indonesia. Dari Jarin, dari desa kecil di Pademawu, pertahanan negara sedang dibangun, bukan dengan senjata, tetapi dengan kesejahteraan dan kebersamaan. (*)