Pojokkiri.com

Banyak Pensiun, Kabupaten Malang Butuh Banyak Guru SD

Anggota DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna

Surabaya, Pojok Kiri.Com-Anggota DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna minta agar pemerintah sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan guru SD di Kabupaten Malang. Pasalnya, hingga saat ini, diwilayah tersebut sedang mengalami krisis guru SD.

“Saya berharap agar kuota guru SD di Kabupaten Malang segera dipenuhi. Pasalnya, sampai sekarang ini sedang mengalami kekurangan. Tentunya ini akan berdampak kurang baik untuk pendidikan siswa dan siswi SD di wilayah tersebut,”ujar politisi NasDem, senin (2/8/2024).

Jajuk mengatakan kurangnya guru atau tenaga pendidik di masing-masing lembaga pendidikan dikarenakan tiap tahun banyak guru yang memasuki usia purna tugas atau pensiun.
Menurutnya,dalam catatan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ada beberapa sekolah di Kabupaten Malang yang jumlah gurunya kurang dari lima.”Dalam satu sekolah itu ada yang cuma punya dua sampai tiga guru, ada yang bahkan satu,” katanya.

Menurutnya, jumlah yang ideal untuk menangani enam kelas di dalam satu lembaga pendidikan, minimal terdapat enam guru yang memberikan pengajaran kepada para siswa-siswi. “Idealnya kan paling tidak kalau enam kelas berarti butuh enam guru dengan satu kepala sekolah, berarti tujuh. Paling tidak gurunya harus berstatus ASN atau PPPK,” terangnya.

Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang diketahui untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terdapat 1.743 lembaga Taman Kanak-kanak (TK) dan 943 lembaga Raudhatul Athfal (RA) dengan jumlah siswa sebanyak 72.535 anak. Kemudian, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) terdapat 1.061 lembaga SD Negeri, 94 lembaga SD Swasta, 369 lembaga MI dengan total 170.200 murid.
Lalu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) terdapat 97 lembaga SMP Negeri, 263 lembaga SMP Swasta, serta 214 lembaga MTs dengan total 88.289 murid. Selanjutnya, ada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 1 lembaga dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 61 lembaga dengan jumlah total 10.075 murid.

Untuk guru kelas yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berjumlah 4.992 orang. Sedangkan yang berstatus non ASN berjumlah 800 orang.
Kemudian, untuk guru agama yang berstatus ASN baik itu PNS maupun PPPK berjumlah 1.082 orang dan non ASN berjumlah 70 orang. Lalu, untuk guru PJOK yang berstatus ASN baik itu PNS maupun PPPK berjumlah 913 orang dan non ASN 46 orang.

Selanjutnya, untuk guru di jenjang SMP terbagi dalam 17 mata pelajaran. Dalam 17 mata pelajaran tersebut, jumlah guru berstatus PNS ada 1.243 orang. Kemudian guru berstatus PPPK berjumlah 339 orang. Sedangkan guru non ASN ada 691 orang.

Sedangkan untuk data pegawai tidak tetap atau PTT terbagi dalam tiga jenjang. Untuk jenjang PAUD terdapat satu tenaga pendidik (tendik) dapodik negeri yang berasal dari TK Negeri Pembina.
Lalu, untuk jenjang SD Negeri terdapat 440 tendik dapodik negeri dan 483 tendik non dapodik negeri. Kemudian untuk jenjang SMP Negeri terdapat 418 tendik dapodik negeri dan 144 tendik dapodik non negeri. (wan)