Pojokkiri.com

Berkah Penjual Tembakau Lintingan di Lamongan di Tengah Kenaikan Harga Rokok

Kios M.Rofik yang menjual tembakau lintingan.(Foto:Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- M. Rofik (48) terlihat sedang membungkus tembakau di Kios bakonya.yang berada di perempatan tambakboyo, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Senin (14/8/2023).

Di depannya, dua orang pria tampak menunggu sambil memberikan sejumlah uang untuk menebus bahan utama untuk merokok ngelinting dewe atau tingwe.

Setelah melayani pembeli, Rofik kembali duduk di tempatnya sambil bercerita awal merintis toko tembakau yang baru dibuka Januari lalu itu. Menurutnya, ide pembukaan toko bermula dari kegelisahan dirinya yang mendapati harga rokok semakin mahal.

“Kalau ide sebenarnya karena saya sendiri adalah perokok berat. Dulu, setiap hari bisa habis dua bungkus. Terus akhir tahun 2020, kan harga rokok terus naik. Nah, akhirnya saya sering survei tembakau ke berbagai daerah tempat produsen tembakau. Dari sana kami mencoba membuka usaha ini,” papar Rofik.

Faktor lain yang membuatnya mantap jualan tembakau adalah lingkungan sekitar yang kebanyakan adalah perokok. Baginya, hal itu bisa sebagai alternatif bagi para pecinta rokok di tengah harga rokok yang semakin mahal. Apalagi, kebanyakan dari mereka mayoritas petani dan buruh.

“Dari sana saya melihat peluang sekaligus berharap bisa menjadi pilihan alternatif dengan toko tembakau. Tentunya para perokok akan lebih hemat. Selain itu, saya juga berpikir bagaimana jika memanfaatkan produk petani tembakau langsung untuk kesejahteraan mereka,” papar pria bertubuh gempal.

Bapak dari satu anak tersebut mengatakan, meskipun tidak mempromosikan dagangan melalui internet, tapi pelanggannya semakin hari semakin ramai. Utamanya adalah para lelaki di sekitar desanya.

“Kios kami juga semakin dikenal karena berbagai varian tembakau yang disediakan,” ungkap Rofik.

Selain itu, harga tembakau di kiosnya juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu perons, tergantung jenis dan varian. Yang paling mahal adalah tembakau rasa Malboro dan Surya. Sedangkan jenis rasa lain harganya bervariasi.

“Untuk kemasan juga berbeda-beda ukurannya. Pokonya di sini lengkap. Pelanggan tinggal pilih,” pungkas Rofik.(lut)