
Surabaya, Pojokkiri.com.- Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Siadi mengingatkan wisatawan yang berkunjung ke Malang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat sekarang ini cuaca ekstrem mulai muncul disejumlah tempat di Jawa Timur termasuk di Malang Raya.
Politisi Golkar ini, Sabtu (4/10/2025) mengatakan, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo merilis prakiraan cuaca untuk Sabtu dan Minggu (4 dan 5 Oktober 2025), menunjukkan sejumlah kecamatan di wilayah rawan longsor didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan, yang berpotensi meningkatkan kelembapan tanah di daerah perbukitan.
Wisatawan dan masyarakat, kata dia diminta untuk tetap berhati-hati ketika melintas atau beraktivitas di wilayah perbukitan. Siadi lalu menyampaikan beberapa himbauan diantaranya menghindari area dengan tebing rawan longsor, terutama setelah hujan ringan. Mengurangi aktivitas berlama-lama di sekitar tebing wisata air terjun atau jalan curam.
“Selalu memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG,”lanjutnya.
Akhir pekan di Malang Raya, sambung Siadi memang menawarkan udara sejuk dan destinasi alam yang indah. Namun, dengan kondisi cuaca berawan serta potensi longsor menengah hingga tinggi, wisatawan diimbau mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.
Masuk Bulan Oktober 2025, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau masa pancaroba. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya wilayah yang mengalami curah hujan signifikan.
Pada masa pancaroba, pola hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, diawali cuaca hangat dan terik sejak pagi hingga siang. Pemanasan permukaan yang kuat memicu pembentukan awan konvektif, seperti Cumulonimbus (Cb), yang kerap menimbulkan hujan deras berdurasi singkat, disertai petir, angin kencang, dan hujan es di wilayah tertentu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Indonesia berpotensi dilanda cuaca ekstrem sepekan ke depan. Hal ini dipicu oleh kombinasi faktor global, regional, dan lokal.(wan)

