
Lamongan, Pojok Kiri.com- Nanda Prayogi (24) warga Desa Kendal RT 06 RW 02, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Selasa (24/9) tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
Kapolsek Sekaran, Iptu Kharis Ubaidillah, menjelaskan kronologi tenggelamnya korban Nanda Prayogi di Sungai Bengawan Solo.
“Pada hari Selasa tanggal 24 September 2024 sekira pukul 11.00 Wib. Korban Nanda Prayogi sehabis dari mengikat padi di sawah milik orang tuanya kemudian pamit ke pada ibu Kandungnya Siti Qomariyah untuk mandi di pinggir sungai Bengawan solo Desa Kendal Kecamatan Sekaran, “ujar AKP Kharis, Selasa (24/9) siang.
Kemudian tidak lama berselang, Siti Qomariyah mendengar suara batuk batuk dan suara air Byur (seperti orang tenggelam). Selanjutnya, Siti Qomariyah langsung berlari ke arah pinggir sungai Bengawan Solo. Dia mendapati sandal milik korban Nanda Prayogi yang satu ada di darat dan satunya mengapung di air Bengawan Solo.
“Setelah itu Ibu kandung korban Siti Qomariyah berteriak minta tolong. Tak lama setelah itu datang bapak kandung korban Sukisto dan warga ke lokasi kejadian,” ungkapnya.
Selanjutnya, mereka melakukan pencarian keberadaan korban. Satu jam kemudian, sekitar pukul 12.00, korban Nanda Prayogi diketemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.
“Selanjutnya korban oleh pihak keluarga dibawa ke rumah duka di Desa Kendal RT 06 RW 02 dan keluarga menerima dan ikhlas atas musibah yang terjadi, ” tambahnya.(lut)

