Pojokkiri.com

JEJAK SEJARAH: Mengingat Bilo, Eks Lokalisasi Terbesar di Lamongan yang Kini Jadi Sanggar Pramuka

 

Ilustrasi

Lamongan, Pojokkiri.com-Sejarah Kabupaten Lamongan tidak hanya tentang kejayaan Kerajaan atau kuliner sotonya. Di era 1980-an, nama Dusun Bilo di Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan, mencatatkan memori kelam sekaligus perubahan besar dalam tata sosial kemasyarakatan di Kota Soto.

Dusun Bilo kala itu dikenal sebagai pusat prostitusi legal terbesar di wilayah Kabupaten Lamongan. Selama belasan tahun, bisnis “lendir” berkembang pesat di sana, menjadikan kawasan tersebut sebagai titik merah yang sangat dikenal masyarakat luas.

Namun, kejayaan bisnis tersebut berakhir secara tragis sekaligus dramatis. Berdasarkan catatan sejarah jurnalis senior Pojok Kiri di era kepemimpinan Bupati Lamongan Sutrisno Sudirjo, sebuah insiden kebakaran hebat melanda komplek tersebut. Dalam sekejap, deretan rumah yang menjadi saksi bisu praktik prostitusi itu hangus dilalap si jago merah.

Peristiwa kebakaran itu menjadi titik balik bagi Dusun Bilo. Pemerintah daerah memutuskan untuk mengubah total wajah kawasan tersebut. Alih-alih membangun kembali pemukiman serupa, lokasi bekas lokalisasi tersebut kini telah berdiri megah Gedung Sanggar Pramuka Lamongan, mengubah pusat kemaksiatan menjadi pusat pendidikan karakter bagi generasi muda.

Migrasi ke Nguwok hingga Penutupan Permanen
Pasca terbakarnya Bilo, aktivitas lokalisasi sempat bergeser ke wilayah Nguwok. Namun, keberadaannya di lokasi baru tidak bertahan lama. Tekanan sosial dan kebijakan pemerintah saat itu membuat lokalisasi Nguwok hanya mampu bertahan sekitar lima tahun sebelum akhirnya diputuskan untuk ditutup secara permanen.

Transformasi Dusun Bilo dari “lembah hitam” menjadi tempat bernaungnya tunas-tunas bangsa di Sanggar Pramuka kini menjadi pengingat sejarah bagi masyarakat Lamongan tentang bagaimana sebuah wilayah bisa berbenah dan meninggalkan masa lalunya.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri