
Lamongan, Pojok Kiri.com- Suasana di Jalan Raya Pucuk-Babat Kabupaten Lamongan, dan sekitarnya pada Selasa (9/7/2024) malam terasa mencekam.
Ribuan orang menggunakan memblayer-blayer motor di jalan raya. Suaranya begitu bising. Memekakkan telinga. Beberapa di antara mereka membakar flare.
Informasi yang dihimpun di lapangan, massa itu diduga dari sebuah perguruan silat. Mereka datang dari berbagai daerah. Awalnya, massa datang dari arah timur.
Konvoi dimulai pukul 19.00 WIB. Massa dari arah Sukodadi bergerak menuju jalan raya Pucuk. Dua wilayah itu merupakan perbatasan kecamatan bertetangga. Di sepanjang perjalanan, mereka menggeber-geber motor dan mengibarkan bendera-bendera.
“Awalnya, jumlah orangnya ratusan. Lama-lama tambah banyak. Mungkin lebih seribuan orang,,” kata Ruk, saksi di sekitar TKP.
Tidak ingin menjadi korban kerusuhan, warga sekitar langsung menutup rumah dan warung-warungnya. Ruk sendiri berjualan BBM eceran dan tempat ngopi. Dia menyebut, massa tidak melakukan perusakan. Hanya, menutup jalan sambil mbleyer-bleyer. ‘’Sekitar pukul 23.00 WIB, sudah bubar. Saat itu, ada petugas kepolisian,’’ ungkapnya.
Dalam video amatir yang beredar, sejumlah aparat kepolisian sudah berusaha meredam massa. ‘’Saya mohon dengan amat sangat, agar suara motornya dimatikan,’’ kata polisi berkali-kali.
Ke depan, warga sangat berharap aparat untuk menertibkan kejadian seperti itu. Bahkan, mesti ada tindakan tegas. Sebab, sangat meresahkan dan merugikan. Warga pun terpaksa menutup warung-warungnya.
‘’Aksi-aksi itukan sudah beberapa kali terjadi. Mohonlah, pemerintah bisa menertibkan biar masyarakat ini aman dan tenang,’’ kata warga.(lut)

