Pojokkiri.com

Mahasiswa UNAIR Laksanakan KKN, Kenalkan Inovasi Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pertanian

Lamongan, Pojokkiri.com –

Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK-7)  telah sukses menggelar kegiatan sosialisasi dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Large Language Model (LLM) sebagai Asisten Pertanian”  yang diikuti oleh 38 anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Balai Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan , Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya ChatGPT, sebagai alat bantu pengambilan keputusan dan sumber informasi pertanian terhadap kebutuhan petani. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan terkait cara memanfaatkan ChatGPT untuk menjawab berbagai persoalan pertanian, mulai dari pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, hingga identifikasi solusi atas kendala produksi yang kerap dihadapi petani.

“Kami mengusung tema tersebut untuk memberikan jawaban terhadap kondisi yang dialami oleh petani di Desa Tlanak terkait keterbatasan literasi teknologi yang masih menjadi tantangan dalam memanfaatkan AI sebagai sumber informasi,” ujar Gede Tieri selaku Ketua Kelompok KKN BBK 7.

Lebih lanjut, terdapat panduan pembuatan pupuk organik dan insektisida nabati sebagai pendukung sistem pertanian semi-organik dengan memanfaatkan LLM, “pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia bersubsidi yang dapat berpotensi menurunkan kualitas tanah, teknologi ini tidak menggantikan peran petani, tetapi membantu mereka agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan cepat,” sambungnya.

Beberapa petani menyampaikan bahwa kehadiran asisten digital membuka akses baru terhadap informasi pertanian yang selama ini sulit diperoleh, “dengan adanya pemanfaatan teknologi seperti ini, kami bisa belajar kapan saja tanpa harus menunggu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bisa nganggur mas,” ungkap Maroto selaku Ketua Gapoktan Sabar Narimo Desa Tlanak.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas literasi digital petani dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai sumber informasi pertanian serta membuka peluang penerapan teknologi digital dalam praktik pertanian sehari-hari.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui program ini, mahasiswa KKN-BBK-7 UNAIR berharap Desa Tlanak mampu bertransformasi menuju pertanian berbasis teknologi digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan. (mar)

Berita Terkait

Adakan Sosialisasi Pemanfaatan Iptek Bagi UMKM, Mahasiswa UPN Gandeng Pakar Komunikasi Digital

Penerima Beasiswa Monbukangakusho Bakal Diberangkatkan September 2019

adminkiri01

Gen Mutan ID, Kreasi Alumni Unair Banyuwangi Atasi Nikah Dini