
Surabaya Pojokkiri.com – Tahapan Pendaftaran Calon Bupati, Walikota, dan Gubernur dalam Pilkada Serentak 2024 di Jawa Timur resmi dimulai. Di tengah gegap gempita ini, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur turut mengambil langkah tegas dengan meluncurkan inisiatif berani.
Merilis daftar Calon Kepala Daerah yang diakui sebagai pejuang anti korupsi, sekaligus memberikan peringatan keras kepada mereka yang terindikasi kuat terlibat dalam kasus korupsi.
Heru MAKI, Ketua MAKI Korwil Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa MAKI Jatim berupaya mendekati para calon bupati, walikota, dan gubernur yang berani mengusung tema pemberantasan korupsi sebagai bagian dari visi mereka.
“Beberapa calon, seperti H. Hendy dan Gus Firjaun dari Kabupaten Jember yang diusung PDIP, sudah menyatakan komitmen mereka untuk menggelorakan semangat anti korupsi,” jelas Heru.
Namun, ungkap Heru langkah ini tidak berhenti pada komitmen. MAKI Jatim bersama Pokja Joko Dolog dan media se-Jawa Timur akan merilis daftar resmi Calon Kepala Daerah yang menerima “stempel” sebagai pejuang anti korupsi.
“Calon-calon ini juga akan mendapatkan asistensi khusus dari MAKI untuk memperkenalkan mereka ke pelosok desa melalui kegiatan sosialisasi, pengajian, dan pelatihan jurnalistik anti korupsi,” tandas Heru.
Di sisi lain, Heru MAKI Jatim juga siap merilis daftar Calon Kepala Daerah yang terindikasi kuat terkait dengan kasus korupsi.
“Informasi ini, menurut Heru MAKI, bukanlah bagian dari kampanye hitam, melainkan pengungkapan fakta berdasarkan data valid yang sah demi hukum,” urainya.
Heru menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah bentuk pengabdian MAKI kepada masyarakat, guna memastikan bahwa pemimpin masa depan Jawa Timur bebas dari korupsi.
“Dengan langkah-langkah ini, MAKI Jatim bertekad untuk menjaga marwah pemberantasan korupsi di tengah kontestasi Pilkada 2024,” pungkasnya. (sam).

