
Lamongan, Pojok Kiri.com-Rasa cemas kini menyelimuti keluarga awak Kapal Motor Nelayan (KMN) Enthok. Kapal asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tersebut dilaporkan belum kembali ke daratan setelah melaut selama kurang lebih satu bulan.
Normalnya, kapal nelayan di wilayah Kecamatan Paciran dan Brondong hanya melaut paling lama 18 hari sebelum akhirnya kembali labuh jangkar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Namun, kapal milik juragan asal Kelurahan Blimbing yang membawa 18 Anak Buah Kapal (ABK) ini tak kunjung bersandar, hingga memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga.
Berikut adalah daftar nama 18 ABK KMN Enthok yang dilaporkan ikut melaut Siswanto (Nahkoda, 46) – Kelurahan Blimbing, Lamongan,Sovian Santoso (44) – Padek, Blimbing, Lamongan, Setiawan (30) – Tegalsari, Brondong, Lamongan, Agung Sutrisno (39) – Geneng Indah, Brondong, Lamongan, Mujiono (43) – Tegalsari, Brondong, Lamongan.
Kemudian Muhammad Yasin (46) – Desa Kranji, Paciran, Lamongan,Imam Muhardi (48) – Sorsawo, Blimbing, Lamongan, Darmuji (47) – Tegalsari, Brondong, Lamongan, Muh. Yusron Dhia Susilo (26) – Geneng Indah, Brondong, Lamongan, Joko Triono (43) – Panjangbaru, Pekalongan
Selanjutnya, Muh. Rohman (50) – Semangu, Blimbing, Lamongan,Mukhsinin (53) – Gowah, Blimbing, Lamongan, Kasuwan (53) – Padek, Blimbing, Lamongan,Jovi Akbar Maulana (28) – Tegalsari, Brondong, Lamongan, M. Deny Priyanto (28) – Lingkungan Sidokumpul, Blimbing, Lamongan, Efiyanto (45) – Padek, Blimbing, Lamongan, Abdul Rozaq (27) – Padek, Blimbing, Lamongan dan Nanang Setiawan (42) – Jepuro, Widang, Tuban.
Merespons musibah ini, Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada keluarga awak kapal. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar para nelayan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
AKP Guntur menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat melakukan berbagai upaya pencarian. Selain menyebarluaskan informasi melalui media massa, Satpolairud juga intens berkoordinasi dengan berbagai unsur maritim serta otoritas wilayah di sekitar Perairan Masalembu.
Guna memaksimalkan koordinasi operasional dan menyajikan informasi satu pintu bagi keluarga korban, Satpolairud Polres Lamongan bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat mendirikan Posko Terpadu yang berpusat di Kantor Basarnas Brondong.
“Kami mengimbau kepada seluruh keluarga awak kapal untuk tetap tenang, berpikir positif, dan terus menjalin komunikasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

