
Lamongan, Pojok Kiri.com-Korban jiwa kembali jatuh akibat insiden kebakaran di Lamongan. Kali ini, nahas menimpa Mbah Slamet (83 tahun)
Lansia asal Dusun Sekar putih, Desa Rancangkencono, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, ini ditemukan tak bernyawa di rumpun bambu (barongan-red) disamping sebelah barat rumahnya.
Diduga, pria yang sudah pikun ini tewas terpanggang api saat membakar sampah di kebun bambu miliknya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Minggu (25/8/2024). Kali pertama diketahui pihak keluarga saat mendapati asap tebal mengepul pekarangan belakang rumah korban.
’’Belakang rumah korban ini kebun bambu. Melihat ada api membesar dan membakar daun-daun bamu kering, pihak keluarga langsung berupaya memadamkan,’’ terang Kapolsek Kapolsek Lamongan Kota Kompol M.Fadelan,S.H,M.M.M, kemarin.
Setelah api padam baru diketahui jika ada jasad korban dalam kondisi hangus luka bakar 100 persen.
Histeris melihat kondisi Slamet, keluarga korban lantas berteriak minta pertolongan warga yang diteruskan ke Polsek Lamongan Kota.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan, Diduga korban terbakar saat membakar sampah daun kering dan terperangkap di tengah kobaran api hingga tak tertolong.
Api dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.00 setelah 1 unit mobil Damkar Lamongan tiba di lokasi melakukan upaya pemadaman
’’Diduga korban meninggal karena terjebak api saat bakar-bakar sampah. Material daun bambu kering cepat berkobar dan menjalar.
Ditambah kondisi korban yang sudah pikun, tubuhnya juga membungkuk dan agak kesulitan untuk berjalan,’’ bebernya.
Dibantu tim medis bidan desa setempat, autopsi luar dilakukan di rumah korban. Hasilnya, seluruh tubuh Slamet hangus terbakar. Pakaian yang dikenakan saat itu ludes tak tersisa.
’’Hasil otopsi luar, korban mengalami luka bakar mencapai 100 persen,’’ tambah Kapolsek.
Kepolisian belum bisa melakukan autopsi menyeluruh lantaran pihak keluarga tidak berkenan. Pihak keluarga telah menerima insiden tersebut meski terbilang tragis.
’’Tidak ada luka kekerasan pada korban. Sebelumnya korban sudah sering kali diingatkan keluarga agar tidak bakar-bakar,’’ tandas M. Fadelan. (lut)

