Pojokkiri.com

Penantian Berbuah Bahagia, Rumah Muhammad Jufri Nyaris Rampung Berkat TMMD 130 Pamekasan

Pamekasan, pojokkiri.com

Kebahagiaan terpancar dari wajah Muhammad Jufri, warga Dusun Morsoksok, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Rumah layak huni yang selama ini menjadi impiannya kini hampir menjadi kenyataan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, pembangunan rumah Jufri telah mencapai 95 persen, Sabtu (31/10/2026).

Bagi Jufri, angka tersebut bukan sekadar pencapaian pembangunan. Ada harapan panjang yang perlahan terwujud. Rumah yang selama ini hanya menjadi impian, kini tinggal menunggu sentuhan akhir sebelum dapat dinikmati bersama keluarga.

Rasa syukur dan bahagia tak mampu ia sembunyikan. Jufri mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program TMMD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.

“Saya senang dengan adanya program TMMD ini. Bisa dapat rumah, alhamdulillah. Terima kasih banyak kepada Kepala Desa Jarin dan perangkat desa, serta bapak-bapak TNI yang telah membantu membangun rumah saya,” kata Jufri.

Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa berartinya bantuan tersebut bagi kehidupannya.

Selama ini, memiliki rumah yang lebih layak merupakan salah satu harapan terbesar Jufri. Namun, impian tersebut belum juga terwujud hingga program TMMD ke-130 hadir di desanya.

Kini, harapan itu bukan lagi sekadar angan-angan. Bangunan rumahnya hampir selesai, membawa kebahagiaan sekaligus rasa lega.

Pembangunan rumah Jufri merupakan bagian dari sasaran fisik rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TMMD ke-130 Pamekasan.

Program ini tidak hanya menghadirkan perbaikan bangunan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di balik pembangunan tersebut, tersimpan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi kekuatan pelaksanaan TMMD.

Bagi Jufri, kehadiran para prajurit TNI bukan sekadar membantu mendirikan dinding dan atap rumah. Mereka turut mewujudkan impian yang selama ini ia nantikan.

Rumahnya memang belum sepenuhnya rampung. Namun, bagi Muhammad Jufri, kebahagiaan itu sudah terasa utuh. Sebab, impian yang dahulu terasa jauh kini berdiri nyata di depan matanya. (*)