
Surabaya Pojokkiri.com — Keheningan malam di kawasan Bulak Kalitinjang Baru Timur, Surabaya, tiba-tiba pecah oleh teriakan “maling!” dari seorang warga. Teriakan tersebut bukan tanpa alasan: seorang pengamen berinisial Sutrisno Abrianto (29) kedapatan mendorong sepeda motor Honda Vario milik warga.
Warga Jalan Wonosari Lor, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Semampir itu tidak menyangka niat jahatnya akan berujung pada bogem mentah dari warga yang murka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 17 Mei 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Aksi pencurian itu tak pelak membuat geger warga setempat dan menggugah solidaritas spontan mereka untuk menangkap pelaku.
“Kondisi Sepi dan Motor Tidak Dikunci Setir”
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula saat Sutrisno berjalan kaki sambil membawa gitar. Niat awalnya adalah mengamen. Namun, ketika melewati gang Mangga, matanya tertuju pada sepeda motor Honda Vario yang terparkir di depan salah satu rumah dan tidak dikunci setir.
Melihat situasi kampung yang sepi, pelaku mulai melancarkan aksinya. Namun tanpa disadari, pemilik kendaraan sedang berjaga dari dalam rumah. Ketika pelaku mulai mendorong motor, korban langsung menyadari dan berteriak.
“Kondisi kampung sepi dan sepeda motor tidak dikunci setir, sehingga tersangka berniat mengambilnya,” jelas Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, Minggu (18/5/2025).
Teriakan korban langsung mengundang perhatian warga sekitar. Dalam hitungan detik, pelaku dikepung dan menjadi bulan-bulanan massa yang geram dengan ulahnya. Tubuhnya babak belur dihajar warga sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Kenjeran yang segera datang ke lokasi.
“Tersangka terkepung dan akhirnya kami amankan. Tersangka babak belur karena dihajar massa di lokasi kejadian,” ujar Iptu Suroto.
Di hadapan penyidik, Sutrisno mengaku nekat mencuri karena tergoda oleh kondisi lingkungan yang sepi serta motor yang tidak terkunci setir. Ia mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dan mengaku terpaksa melakukannya karena membutuhkan uang.
“Pengakuan tersangka ini baru sekali. Ia mencuri karena ada kesempatan dan butuh uang,” tambah Iptu Suroto.
Kini, Sutrisno harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolsek Kenjeran. Polisi masih mendalami apakah pelaku benar-benar baru pertama kali melakukan aksi kriminal ini, atau ada kemungkinan keterlibatan dalam kasus lain.
Sepeda motor milik korban juga telah diamankan sebagai barang bukti untuk mendukung proses hukum lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada dan tidak lengah, bahkan di lingkungan sendiri. Jangan berikan kesempatan sekecil apa pun kepada pelaku kejahatan yang selalu mencari celah dalam kelengahan. Polisi mengimbau warga untuk selalu mengunci ganda kendaraan dan melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan (Sam)

