Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andy Nur Cahya S.H.(Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Seorang remaja Muhamad Ardian yang masih duduk di bangku kelas 2 salah satu SMK Negeri di Lamongan babak belur akibat dikeroyok oleh sekelompok orang. Dari kejadian itu, polisi nihil menangkap pelaku.
Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, kronologis kejadian bermula pada saat korban ketika bersama enam temannya sedang nongkrong di dekat lokasi kejadian.
Tanpa diduga, sekelompok pemuda berjumlah sekitar 20 orang pemuda mendatangi mereka dan langsung menyerang.
Setelah melakukan serangan, para pelaku melarikan diri dari tempat kejadian.
Korban yang terkapar dan mengalami kejang segera dilarikan ke rumah sakit Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu Kapolres Lamongan AKBP Boby Adimas Candra Putra S.I.K yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Andy Nur Cahya SH membenarkan kejadian tersebut, akan tetapi pihaknya masih melakukan lidik. “Tunggu ya, kami masih melakukan lidik,” ucapnya, Rabu (20/3).
Andi menegaskan dalam kasus ini siapapun yang menjadi pelakunya, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali, karena setiap kejadian yang berlawanan dengan hukum, Polres Lamongan pastikan akan diproses,” tegasnya.
Terpisah Arifin ayah korban, warga Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 81, RT 01 RW 03, Kelurahan Jetis Lamongan, menjelaskan korban sempat mengalami koma setelah ditemukan dan ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit. Korban mengalami luka-luka di seluruh tubuh. “Dihajar dengan luka di seluruh tubuh,” kata Arifin.
Korban sempat sulit diajak berkomunikasi serta mengalami muntah darah dan keluar darah ketika buang air. Korban saat ini masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Muhamadiyah Lamongan.
“Harapan dari keluarga diselesaikan secara normatif, wong anaknya diperlakukan seperti itu, para pelaku mesti mendapatkan hukuman setimpal,” jelas dia.(lut)

