Pojokkiri.com

Santri Abuya Sayyid Muhmammad Alawi Al-Maliki Rutin Ngaji Kitab, Perkuat Ikatan Spiritualitas Antar Alumni

Foto : Rutinan Pengajian Santri Abuya Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al-Maliki di Ponpes Badrul Islam, Peleyan, Panarukan, Situbondo

Situbondo, pojokkiri.com
Alumni Santri Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki adakan kegiatan rutin “Ngaji Kitab Shohih Bukhori dan Ihya’ Ulumuddin di Ponpes Badrul Islam, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang dilaksanakan dua bulan sekali. Minggu,(8/6/2025)

Tujuannya, selain untuk memperkuat ikatan spiritualitas antar sesama alumni juga untuk mempererat tali persaudaraan.

” Ini kegiatan rutin alumni, santri Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki, Makkah Al Mukarramah. Setiap dua bulan tiga bulan sekali rutin untuk memperkuat ikatan spiritualitas antar sesama alumni, ” kata KH. Moh. Jaiz Badri, Alumni Pondok Pesantren Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al Maliki, Pengasuh Ponpes Badrul Islam Peleyan, Panarukan.

Selain itu, Kiai Jaiz menyampaikan dalam setiap kegiatan para alumni dan santri istiqomah membaca kitab dan karya sang gurunya.

” Membaca kitab-kitab karya beliau, maulid karya beliau dan Kitab Al-Mukhtar di mana di kitab itu Abuya menulis profil, biografi para auliya illah, rijalullah dari salafuna sholeh untuk menanamkan keteladanan kepada para santrinya dalam menghadapi fitnah akhir zaman, agar para santrinya memiliki keteguhan di dalam berprinsip, ” terangnya.

Untuk jumlah santri Abuya Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al-Maliki di Situbondo, menurut Kiai Jaiz tidak banyak hanya sekitar 8 orang. Salah satunya, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Ponpes Salafiyah-Safiyah Sukorejo, Situbondo.

“Jumlah santri tidak banyak, santri beliau diseleksi dan harus siap ditempa dengan madzhab metode ala beliau. Yang utama, Pengasuh Ponpes Salafiyah-Safiyah Sukorejo, KHR. Azaim Ibrahimy, kemudian Habib Muhammad Bin Habib Musthofa, Pengasuh Ponpes Nurul Huda, Peleyan, Kapongan, ya sekitar 8 orang termasuk saya sendiri, ” jelasnya.

Selain itu, KH. Maksum Ahmad Tirmidzi, Pengasuh Ponpes Darul Hikmah Al-Maksumiyah Bondowoso, santri senior Abuya Sayyid Muhmammad membenarkan adanya kegiatan tersebut.

Mengaku, sangat bangga menjadi santrinya karena apa yang dilakukannya tidak lepas dari ajaran Rasulullah.

“Dalam rangka muatan ukhuwah, karena kami ini sangat merasa bangga sekali punya guru yang namanya Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al-Maliki. Setahu kami segala yang beliau lakukan yang tindak tanduknya khususnya yang penting-penting, itu langsung pantau dari Rasulullah. Sulit mendapatkan guru seperti beliau, ” ucapnya.

Ia, menceritakan salah satu dawuh gurunya yang sampai saat ini melekat di benaknya. Dawuh itu terucapkan saat Sayyid Muhmammad marah terhadap santrinya.

“Salah satu dawuhnya, itu pernah marah pada salah satu temannya kami (Santri), kebetulan waktu itu beliau semangat membaca, marah ” ayo belajar kamu yang betul, kalau tidak belajar pulang ke Indonesia mau jadi apa, kamu bawa ke Indonesia kalau tidak bawa ilmu bawa keramat ” dawuhnya. Alasannya, menurut beliau di Indonesia banyak orang alim banyak orang wali banyak orang keramat, ” jelas Kia Maksum

Sementara itu, Kiai asal Bondowoso ini berharap tetap seperti yang diucapkan gurunya yakni مَزِلْتُ طَالِبًا yang artinya saya telah menjadi seorang pelajar atau arti lainnya saya masih tidak selesai nyantri.

” Harapan kami ya tetap seperti yang diucapkan Abuya itu, saya masih tidak selesai jadi santri artinya selama hidup kami tetap mengkaji ilmu, menggali ilmu karena علم حياة الإسلام, ilmu adalah kehidupan islam, jadi kalau sudah tidak ada ilmu sudah selesai islam tinggal namanya, ” pungkasnya.

Diketahui hadir dalam acara yang dikenal rutinan As-Shofwah ini, alumni dan santri serta muhibbin Abuya Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al-Maliki, yang diketuai oleh KH. Muhmammad Hasan Abdul Muis, Pengasuh Ponpes Sayyid Muhmammad Bin Alawi Al-Maliki, Koncer, Bondowoso,Jawa Timur. (Inul)